faktakalbar

Cegah Keterlambatan Tumbuh Kembang, RSUD SSMA Ajak Orang Tua Peka Kemampuan Motorik Anak

Penulis: Redaksi Friday, 13 February 2026 📖 2 menit
Cegah Keterlambatan Tumbuh Kembang, RSUD SSMA Ajak Orang Tua Peka Kemampuan Motorik Anak
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak kembali menggelar edukasi kesehatan bagi masyarakat. Kali ini, topik yang diangkat adalah pentingnya deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang anak melalui pemantauan kemampuan motorik kasar, Kamis (12/2/2026). Baca Juga:  Sehat Itu Investasi: RSUD SSMA Ajak Masyarakat Rutin Medical Check Up untuk Deteksi Dini Fisioterapis RSUD SSMA, Erwinda Cintia Pinantri, menjelaskan bahwa motorik kasar merupakan fondasi penting bagi kualitas belajar anak di masa depan. Kemampuan ini melibatkan otot-otot besar tubuh untuk melakukan aktivitas fisik dasar. Menurutnya, pemantauan ketat dari orang tua sangat diperlukan karena setiap fase usia memiliki target kemampuan yang berbeda. "Setiap tahapan perkembangan memiliki rentang usia tertentu sehingga orang tua diharapkan memahami pentingnya memantau tahapan perkembangan anak sesuai usianya," ujar Erwinda saat memberikan materi edukasi. Erwinda memaparkan tahapan krusial yang harus diperhatikan, yakni bayi mulai mengangkat kepala pada usia 3 bulan, duduk tanpa bantuan sekitar usia 6 bulan, merangkak pada usia 8-10 bulan, dan berjalan di kisaran usia 12-15 bulan. Jika anak mengalami keterlambatan signifikan dari rentang tersebut, hal itu bisa menjadi sinyal adanya penyimpangan. Selain keterlambatan waktu, orang tua juga diminta mewaspadai tanda fisik lain, seperti tubuh anak yang terlalu kaku atau terlalu lemas, kesulitan menjaga keseimbangan, sering jatuh, atau gerakan yang tidak terkoordinasi. Baca Juga:   Karies Gigi Ternyata Bisa Picu Penyakit Jantung, Simak Penjelasan Ahli di RSUD SSMA Pontianak Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kurangnya stimulasi, gangguan saraf, hingga faktor gizi. "Oleh karena itu, peran orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai usia sangat penting. Aktivitas sederhana seperti tummy time, bermain aktif di lantai, atau melatih berdiri dengan pegangan dapat membantu memperkuat otot dan meningkatkan koordinasi anak," sambungnya. Erwinda menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat risiko teridentifikasi, semakin besar peluang keberhasilan intervensi melalui terapi stimulasi atau fisioterapi. Ia juga mengingatkan orang tua untuk fokus pada pemantauan anak sendiri tanpa membandingkan secara berlebihan dengan anak lain. "Dengan perhatian dan pemantauan sejak dini, keterlambatan tumbuh kembang dapat diidentifikasi lebih cepat. Motorik kasar bukan sekedar kemampuan bergerak, tetapi juga jendela awal untuk memastikan anak tumbuh sehat, aktif dan berkembang secara optimal," pungkasnya. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK