Ruang Radiologi RSUD Landak Terbakar, Pelayanan Rontgen dan Laboratorium Dialihkan
Faktakalbar.id, LANDAK –
Insiden kebakaran melanda ruang radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak, pada Senin (25/8/2025) pagi.
Peristiwa yang ditandai dengan kepulan asap tebal ini menyebabkan terganggunya sejumlah pelayanan kesehatan vital di rumah sakit tersebut.
Tim pemadam kebakaran dari pemerintah dan swasta bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan.
Baca Juga:
Kebakaran Rumah Kos di Sekadau, Tiga Penghuni Luka dan Kerugian Rp350 Juta
Berkat kesigapan petugas, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain di kompleks rumah sakit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Jhon Elak, membenarkan respons cepat dari berbagai pihak.
“Iya, tadi saya dihubungi dari pihak Polres, sekitar pukul 08.30 WIB,” ujar Jhon Elak saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan bahwa tim pemadam kebakaran dari Satpol PP juga turut serta dalam operasi pemadaman, sementara BPBD bersiaga sebagai tim pendukung.
“Sudah aman, tidak sampai merembet. Damkar dari Pol PP sudah turun juga tadi. Kalau kita di BPBD stanbay, karena kita bantuan cadangan, kecuali Karhutla kita yang utama,” jelasnya.
Dampak pada Pelayanan Pasien
Meskipun api tidak menghanguskan seluruh bangunan, Direktur RSUD Landak, Albertus Geovani, menyatakan bahwa insiden kebakaran RSUD Landak ini berdampak signifikan pada pelayanan.
Sejumlah peralatan medis di dalam ruang radiologi, termasuk perangkat rontgen, mengalami kerusakan parah.
“Tentu ini akan memengaruhi pelayanan, terutama di radiologi dan laboratorium,” jelas Albertus.
Untuk memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan, pihak rumah sakit telah menyiapkan langkah darurat.
Baca Juga:
Kebakaran Hebat di Sekadau Hilir: Sebuah Rumah Kosong Ludes Dilalap Api
Pasien yang memerlukan layanan rontgen akan dirujuk ke RSUD Sanggau. Sementara itu, untuk pemeriksaan laboratorium, RSUD Landak akan menggandeng pihak swasta.
“Jika ada pemeriksaan laboratorium, kami akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk membantu,” tambahnya.
Namun, dr. Albertus menegaskan bahwa pelayanan umum lainnya di rumah sakit tetap berjalan seperti biasa.
“Pasien lain akan tetap kami layani seperti biasa,” tegasnya.
Dugaan Korsleting Listrik
Mengenai kronologi kejadian, dr. Albertus menjelaskan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap atau dek ruang radiologi.
Petugas yang pertama kali menyadari kepulan asap tebal segera memberitahu rekan-rekannya untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal.
“Dugaan awal dari kabel atau listrik, tapi masih dalam penyelidikan,” ucapnya.
Staf rumah sakit sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun asap yang pekat membuat upaya tersebut sulit dilakukan.
Baca Juga:
Kebakaran di Segedong Mempawah: Dua Rumah Ludes Dilalap Api
Tak lama kemudian, tim pemadam kebakaran tiba dan berhasil mengatasi situasi.
Saat ini, pihak manajemen telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Landak untuk menghitung total kerugian dan mendata seluruh aset yang rusak akibat insiden kebakaran RSUD Landak ini.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.