faktakalbar

Salah Kaprah! Cek Kebiasaan Isi BBM yang Merusak Mesin

Penulis: Redaksi Wednesday, 01 April 2026 📖 1 menit
Salah Kaprah! Cek Kebiasaan Isi BBM yang Merusak Mesin
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Banyak pengendara masih menerapkan kebiasaan lama saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU . Alih-alih menghemat atau memaksimalkan performa , beberapa tindakan justru berisiko merusak komponen kendaraan dan mengancam keselamatan area pengisian. Kebiasaan menggoyang-goyangkan mobil atau motor saat mengisi BBM masih sering terlihat di berbagai SPBU. Secara teknis, bensin merupakan benda cair yang secara otomatis mengisi celah kosong di dalam tangki tanpa perlu bantuan guncangan. Baca Juga:  Cara Pemerintah Tentukan Harga BBM Setiap Bulan Tindakan ini justru meningkatkan risiko gesekan antara ujung nozzle besi dengan lubang tangki yang memicu percikan api. Risiko Mengisi BBM Sampai Meluber Banyak pemilik kendaraan meminta petugas mengisi bensin hingga menyentuh bibir tangki. Padahal, tangki kendaraan membutuhkan ruang kosong untuk udara dan ekspansi uap bensin. Mengisi BBM terlalu penuh berisiko merusak sistem charcoal canister yang berfungsi menyerap uap bensin. Selain itu, bensin yang meluber dapat merusak cat kendaraan dan mencemari area SPBU. Mematikan Mesin Adalah Kewajiban Teknis Prosedur mematikan mesin saat pengisian bukan sekadar aturan formalitas. Mesin yang menyala menghasilkan panas, aliran listrik, dan uap dari lubang knalpot. Pertemuan antara uap bensin dari tangki yang terbuka dengan suhu panas mesin meningkatkan risiko kebakaran secara signifikan. Selain itu, mematikan mesin mencegah kerusakan pada sensor pompa bahan bakar ( fuel pump ) akibat adanya perubahan tekanan mendadak. Baca Juga:  Pemerintah Pastikan Info Pembatasan BBM 1 April Hoaks Penggunaan Ponsel dan Listrik Statis Standar operasional prosedur (SOP) di SPBU melarang penggunaan ponsel di dekat area pengisian. Meski jarang terjadi ledakan langsung akibat gelombang sinyal, panas dari baterai ponsel dan listrik statis dari tubuh manusia tetap menjadi ancaman. Listrik statis sering kali muncul saat pengendara keluar-masuk kendaraan secara berulang, yang berpotensi memicu api saat menyentuh uap bensin yang keluar dari tangki. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK