Sampan Ditemukan Kosong, Warga Nanga Pinoh Diduga Tenggelam di Sungai Melawi
Faktakalbar.id, MELAWI –
Seorang warga bernama Syaparden (43), yang berdomisili di Dusun Lengkong, Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten
Melawi
, dilaporkan hilang.
Pria tersebut menjadi korban dalam insiden warga diduga tenggelam di aliran Sungai Melawi.
Baca Juga:
Dua Hari Pencarian, Tim SAR Temukan Jasad Pria Tenggelam di Sungai Kapuas Sanggau
Merespons laporan tersebut,
Tim SAR gabungan
langsung terjun ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian intensif sejak Minggu (4/1/2026).
Operasi ini dimulai setelah pihak berwenang menerima laporan resmi dari masyarakat setempat.
Kronologi Penemuan Sampan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa informasi awal diterima dari Kepala Desa Semadin Lengkong pada Minggu pagi.
Namun, indikasi hilangnya korban sudah terlihat sehari sebelumnya.
Baca Juga:
Hilang Sejak Senin, Dua Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Tayan Hilir Ditemukan Meninggal
Kecurigaan bermula saat warga menemukan sebuah sampan tanpa awak yang hanyut di Sungai Melawi pada Sabtu (3/1/2026) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat diperiksa, perahu tersebut tidak kosong sepenuhnya. Di dalamnya masih terdapat barang-barang pribadi milik korban seperti sandal dan topi, serta ikan hasil tangkapan.
“Namun tidak ditemukan orang di atas sampan,” kata Junetra memberikan konfirmasi terkait temuan tersebut.
Riwayat Penyakit Korban
Berdasarkan bukti-bukti yang tertinggal di atas perahu, warga setempat menyimpulkan bahwa korban terjatuh ke sungai saat sedang beraktivitas.
Dugaan ini semakin kuat dengan adanya informasi dari pihak keluarga dan tetangga yang menyebutkan kondisi kesehatan korban.
Baca Juga:
Hanyut Tiga Hari, Jasad Bocah Korban Tenggelam di Sungai Sebalo Bengkayang Akhirnya Ditemukan
Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan yang dikhawatirkan kambuh saat ia sedang berada di atas air.
Sebelum melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, pihak keluarga bersama warga sekitar telah melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi penemuan sampan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Operasi Pencarian SAR
Menindaklanjuti laporan insiden warga diduga tenggelam tersebut, Kansar Pontianak segera mengerahkan satu tim
rescue
dari Pos SAR Sintang menuju lokasi kejadian.
Tim penyelamat dibekali dengan berbagai peralatan pendukung, mulai dari perahu karet (
rubber boat
), peralatan medis, alat navigasi, hingga alat komunikasi.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu malam, korban belum berhasil ditemukan. Tim di lapangan terus berupaya menyisir area sungai untuk menemukan keberadaan korban.
“Hingga saat ini, proses pencarian oleh tim SAR gabungan masih terus berlangsung,” ujar Junetra.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.