Satgas PRR Kebut Pembangunan Fasilitas MCK dan Sumur Bor di Lokasi Bencana Sumatera
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Satuan Tugas (Satgas)
Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mengebut pembangunan fasilitas MCK dan sumur bor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Langkah cepat ini diambil guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, sekaligus mencegah ancaman krisis kesehatan pascabencana alam yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun lalu.
Baca Juga:
TNI AU Kerahkan Hercules, Terbangkan 240 Mahasiswa STIS untuk Data Bencana di Sumatera
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan mutlak di lokasi terdampak. Pasalnya, bencana longsor dan banjir bandang telah merusak secara masif jaringan air bersih utama di tiga provinsi tersebut.
Berdasarkan pembaruan data Satgas PRR per 26 Februari 2026, progres pembangunan infrastruktur darurat ini menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK), Satgas telah merampungkan 208 unit, atau mencapai 80 persen dari total target 257 unit di wilayah Sumatera.
Berikut adalah rincian progres pembangunan MCK darurat di tiga provinsi:
Provinsi
Target Pembangunan
Selesai Dibangun
Aceh
72 unit
54 unit
Sumatera Utara
139 unit
128 unit
Sumatera Barat
46 unit
21 unit
Sementara itu, realisasi pengadaan air bersih melalui fasilitas MCK dan sumur bor untuk kategori sumur bor tercatat telah mencapai 474 titik. Angka ini merepresentasikan 56 persen dari total target 836 sumur bor yang akan didirikan.
Berikut adalah rincian progres pengeboran sumur sumber air bersih:
Provinsi
Target Pembangunan
Selesai Dibangun
Aceh
578 titik
369 titik
Sumatera Utara
152 titik
84 titik
Sumatera Barat
107 titik
21 titik
Tito Karnavian secara khusus memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang bergotong royong mempercepat proses pemulihan infrastruktur dasar ini bagi para korban bencana.
"Terima kasih banyak kepada PLN, Danantara, Kementerian ESDM ada pembuatan sumber bor dan MCK ada untuk MCK 80%, sumur bornya masih perlu banyak 56% masih baru 474, karena ini ada masalah air minum, jaringan-jaringan yang putus," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Alam di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta.
Baca Juga:
Sebulan Pasca Bencana Sumatera, Seskab Teddy: 1.100 Hunian Siap, 72 Jalan Nasional Tersambung
Rapat koordinasi strategis tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. Turut hadir secara fisik dalam pertemuan ini Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Sarah Sadiqa.
Selain kehadiran fisik, rapat ini juga diikuti secara virtual oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
(*Red)
Tag:
#Tito Karnavian
#Kemenko PMK
#Satgas PRR
#Fasilitas MCK Dan Sumur Bor
#Pemulihan Bencana Sumatera
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.