faktakalbar

Satgas Sahabat Hati Kalbar: Sekolah Harus Berani Tolak Makan Bergizi Gratis yang Tidak Layak

Penulis: Redaksi Friday, 03 October 2025 📖 1 menit
Satgas Sahabat Hati Kalbar: Sekolah Harus Berani Tolak Makan Bergizi Gratis yang Tidak Layak
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya bertujuan mulia untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah. Namun, kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini mengkhawatirkan banyak pihak. Baca Juga: Ria Norsan Nikmati Santap Bersama MBG Di SMKN 5 Pontianak Menanggapi isu tersebut, Satgas Sahabat Hati Kalbar menegaskan bahwa pihak sekolah harus berani dan aktif dalam menolak makanan yang tidak memenuhi standar. "Sekolah jangan hanya pasif menerima. Guru dan kepala sekolah punya tanggung jawab moral untuk melindungi anak-anak dari makanan yang bisa membahayakan kesehatan. Kalau ada MBG yang kualitasnya tidak layak, harus berani ditolak," ujar Fathurrazi, Satgas Sahabat Hati Kalbar, Kamis (2/10/2025). Menurut Fathurrazi, kasus keracunan sering kali disebabkan oleh proses persiapan makanan yang terburu-buru, kurang higienis, atau penggunaan bahan baku yang tidak segar. Kondisi ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG, yang sebetulnya sangat baik untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting. Baca Juga: Mahfud ke Prabowo soal Keracunan MBG: Ini Bukan Persoalan Angka, Menyangkut Nyawa Oleh karena itu, Satgas Sahabat Hati Kalbar mendorong sekolah untuk mengambil sikap proaktif. Fathurrazi menilai, sekolah perlu diberikan kewenangan yang lebih besar untuk menilai kualitas makanan yang mereka terima. Ia juga menekankan pentingnya pembekalan bagi guru dan kepala sekolah tentang standar makanan bergizi, sehingga mereka bisa menjadi filter pertama sebelum makanan tersebut diberikan kepada siswa. Selain itu, Fathurrazi menyoroti peran penting para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang telah mengikuti pelatihan selama tiga bulan. "Pelatihan tiga bulan itu bukan hal yang singkat. Mereka sudah dibekali pengetahuan, sehingga di lapangan harus bisa ikut memastikan makanan yang disajikan aman dan sesuai standar gizi," jelasnya. Ia juga meminta agar dapur penyedia makanan lebih teliti dalam setiap proses, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi. "Kehati-hatian dapur MBG sangat menentukan. Kalau dapurnya ceroboh, program yang niatnya menyehatkan justru bisa mencelakakan." ungkap Fathurrazi. Dengan demikian, kualitas dan keamanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terjamin. Baca Juga: Soal Keracunan MBG, Pengamat: Yang Terpenting Kondisi di Lapangan (*R)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK