faktakalbar

Satpolairud Sambas Evakuasi Jenazah ABK yang Meninggal di Perairan Kepri

Penulis: Redaksi Tuesday, 28 October 2025 📖 2 menit
Satpolairud Sambas Evakuasi Jenazah ABK yang Meninggal di Perairan Kepri
Faktakalbar.id, SAMBAS – Seorang anak buah kapal (ABK) asal Kabupaten Sambas , Mulyadi (49), dilaporkan ABK meninggal dunia di atas kapal tempatnya bekerja. Korban ditemukan tidak bernyawa selang dua puluh menit setelah sempat mengeluhkan sakit pada bagian dada. Baca Juga: Satu ABK Hilang Setelah Sekoci Dihantam Ombak di Muara Pemangkat Peristiwa ini terjadi di atas KM. Wirangga, yang saat itu sedang lego jangkar di perairan Laut Subi, Provinsi Kepulauan Riau. Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa Satpolairud Polres Sambas menerima laporan langsung dari nakhoda kapal pada Sabtu (25/10/2025). “Anggota Satpolairud Polres Sambas menerima informasi dari Nakhoda KM. Wirangga, dimana satu ABK-nya meninggal dunia di atas kapal yang sedang lego jangkar di perairan Laut Subi Provinsi Kepulauan Riau,” kata Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko, Selasa (28/10/2025). Mendapatkan informasi tersebut, personel Satpolairud segera mendatangi TKP dan melakukan evakuasi korban. Korban diketahui adalah Mulyadi (49), warga Desa Parit Baru, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. AKP Sadoko membeberkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan sejumlah saksi di atas kapal. Peristiwa bermula pada Sabtu (25/10) sekitar pukul 15.00 WIB. “Begitu tiba di kapal, pemeriksaan dilakukan termasuk memintai keterangan sejumlah saksi yang ada. Dimana kejadian tersebut bermula, ketika pada Sabtu (25/10), sekitar pukul 15.00 WIB, saksi yang juga ABK akan Salat Ashar, kemudian mengambil wudhu di ruang bawah, saat itulah saksi ini melihat Mulyadi dalam keadaan tak berdaya dan mengeluhkan sakit pada bagian dadanya,” katanya. Mendapati rekannya sakit, saksi tersebut segera memberitahukan ABK lain. Mulyadi kemudian dibawa ke sebuah ruangan untuk beristirahat. “Mulyadi sudah dibawa ke sebuah ruangan untuk beristirahat, namun selang 20 menit kemudian, Mulyadi semakin menunjukkan tanda-tanda sakit yang bertambah, dimana seperti nafas sudah tidak menentu, begitu ditanya sudah kurang respon, dan begitu di cek diduga sudah tidak bernyawa,” jelas Sadoko. Atas kejadian itu, nakhoda kapal segera melapor ke Satpolairud Polres Sambas. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Pemangkat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Baca Juga: ABK Kapal Pencari Cumi-cumi Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Kerja di Perairan Pulau Temajo Mempawah AKP Sadoko menegaskan, hasil visum tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian korban dipastikan murni karena sakit. “Korban sempat dievakuasi, selanjutnya dibawa ke RSUD Pemangkat, dan hasil pemeriksaan visum oleh dokter di RSUD Pemangkat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan kematian didasarkan pada sebab sakit,” katanya. Kesimpulan ini juga diperkuat dengan keterangan dari pihak keluarga korban. “Hal ini juga diperkuat dengan keterangan pihak keluarga, dimana korban juga sering mengeluhkan sakit,” tambahnya. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah ABK meninggal dunia tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK