faktakalbar

Satu Warga Tewas Tersetrum, Ratusan Rumah Terendam Akibat Banjir di Cepu Blora

Penulis: Redaksi Monday, 13 April 2026 📖 2 menit
Satu Warga Tewas Tersetrum, Ratusan Rumah Terendam Akibat Banjir di Cepu Blora
Faktakalbar.id, BLORA – Bencana banjir di Cepu menerjang wilayah Kabupaten Blora , Provinsi Jawa Tengah, merendam empat kawasan kelurahan dan satu hamparan desa. Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Jumat (10/4/2026) ini dipicu oleh hujan lebat berdurasi panjang yang mengakibatkan debit air Sungai Ngareng meluap tak terkendali hingga membanjiri area permukiman warga. Baca Juga:  Banjir di Bengkulu Rendam Ribuan Rumah di Berbagai Kecamatan Tercatat lima wilayah administratif yang terdampak langsung luapan banjir ini meliputi Desa Mulyorejo, Kelurahan Cepu, Kelurahan Balun, Kelurahan Karangboyo, dan Kelurahan Ngelo. Ketinggian muka air yang merendam permukiman bervariasi, berkisar mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai titik terdalam 125 sentimeter. Dampak material dari banjir di Cepu ini cukup masif. Laporan awal menyebutkan luapan air kotor merendam 150 unit rumah milik warga, memutus sementara akses jalan kelurahan, serta menggenangi dua gedung sekolah dan satu fasilitas umum. Tragedi ini juga menelan korban jiwa. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersetrum aliran listrik saat sedang membersihkan rumah sesaat setelah banjir mulai surut, sementara satu warga lainnya mengalami luka-luka. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses evakuasi korban ke tempat yang lebih aman sempat menghadapi tantangan berat akibat derasnya arus banjir dan tingginya debit air luapan sungai di jalur evakuasi. Pada Sabtu (11/4/2026), genangan air dilaporkan telah surut secara signifikan, dan warga mulai melakukan pembersihan sisa lumpur secara mandiri. Insiden luapan air di wilayah Blora ini menambah daftar panjang bencana yang dicatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama akhir pekan. BNPB memperingatkan bahwa ancaman hidrometeorologi belum berakhir, merujuk pada prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 13 hingga 16 April 2026. Baca Juga:  Ribuan Warga Terdampak, Banjir di Kabupaten Seluma Rendam Rumah, Sawah, hingga Kolam Ikan BMKG mendeteksi adanya potensi peningkatan hujan lebat di kawasan Jawa Tengah. Oleh sebab itu, BNPB mendesak pemerintah daerah dan warga untuk memaksimalkan mitigasi prabencana. Masyarakat yang bermukim di daerah rawan genangan diharapkan rutin membersihkan saluran air penyumbat laju air. Selain itu, pemerintah kabupaten didorong untuk memastikan keamanan instalasi listrik publik saat banjir bandang menerjang guna mencegah jatuhnya korban jiwa susulan di area terdampak bencana. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK