Secara Psikologis, Ini Alasan Anak Perempuan Lebih Dekat dengan Ayah dan Laki-Laki dengan Ibu
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Pernahkah Anda memperhatikan dalam sebuah keluarga, anak perempuan cenderung lebih manja kepada
ayah
nya, sementara anak laki-laki sering kali menjadi "anak emas" bagi
ibu
nya? Fenomena ini bukan sekadar kebetulan atau mitos belaka.
Secara psikologis, terdapat alasan mendalam mengapa kecenderungan kedekatan lintas gender ini sering terjadi dalam pola asuh anak.
Hubungan antara orang tua dan anak merupakan fondasi pertama bagi perkembangan emosional seseorang.
Perbedaan cara berinteraksi antara ayah dan ibu menciptakan dinamika unik yang memengaruhi kenyamanan sang anak sejak usia dini.
Baca Juga:
Orang Tua Wajib Tahu! 5 Kesalahan Parenting yang Memicu Anxious Attachment pada Anak
Berikut adalah penjelasan psikologis mengapa anak perempuan lebih dekat dengan ayah dan anak laki-laki lebih akrab dengan ibu:
1. Sosok Pelindung vs Sosok Pengayom
Bagi anak perempuan, ayah sering kali dipandang sebagai sosok pahlawan atau pelindung pertama dalam hidupnya.
Secara naluriah, anak perempuan mencari rasa aman, dan figur ayah yang maskulin memberikan rasa perlindungan tersebut.
Sebaliknya, anak laki-laki melihat ibu sebagai sosok pengayom yang memberikan kelembutan dan kasih sayang tanpa syarat, yang menjadi penyeimbang sisi aktif mereka.
2. Teori Kedekatan Emosional (
Attachment Theory
)
Psikologi mengenal adanya kecenderungan anak mencari kualitas yang tidak mereka miliki pada diri mereka sendiri.
Anak laki-laki sering kali merasa lebih nyaman berbagi sisi emosional dan kerentanan mereka kepada ibu karena menganggap ibu lebih reseptif dan empati.
Sementara itu, anak perempuan sering kali mencari pengakuan dan rasa percaya diri melalui interaksi dengan ayah yang cenderung lebih berfokus pada aktivitas fisik atau tantangan.
3. Peran Gender yang Saling Melengkapi
Ayah cenderung memberikan perlakuan yang lebih lembut kepada anak perempuan, yang membuat anak perempuan merasa sangat dihargai.
Di sisi lain, ibu sering kali memberikan perhatian ekstra pada detail kebutuhan anak laki-laki, mulai dari kesehatan hingga keseharian.
Interaksi lintas gender ini memberikan keseimbangan
psikologis
bagi anak untuk memahami spektrum karakter manusia yang berbeda sejak kecil.
4. Pembentukan Citra Diri
Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya.
Cara ayah memperlakukan anak perempuan akan menjadi standar bagaimana ia ingin diperlakukan oleh lawan jenis di masa depan.
Begitu pula dengan anak laki-laki; kedekatannya dengan ibu membantunya belajar tentang kasih sayang dan rasa hormat terhadap perempuan.
Kedekatan ini sangat krusial dalam membentuk
self-esteem
atau harga diri sang anak.
5. Dinamika Komunikasi
Biasanya, ibu lebih sering menggunakan komunikasi verbal yang mendalam, hal ini sangat cocok dengan anak laki-laki yang membutuhkan ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka tanpa merasa dihakimi.
Sedangkan ayah sering kali mengajak anak perempuan untuk berdiskusi atau melakukan aktivitas luar ruangan yang memberikan pengalaman baru, menciptakan ikatan atau
bonding
yang kuat melalui aksi nyata.
Baca Juga:
Buka Seminar Parenting, Bahasan Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter di Era Digital
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.