Sejarah 16 HAKTP dan Asal-usul Perayaannya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) adalah kampanye internasional yang berlangung setiap 25 November hingga 10 Desember. Kampanye ini lahir melalui proses panjang pergerakan perempuan dunia yang menyoroti kekerasan berbasis gender sebagai persoalan serius.
Peringatan 16 HAKTP pertama kali dideklarasikan pada 1991 dalam
Women’s Global Leadership
(CWGL) di Amerika Serikat. Pertemuan tersebut menghimpun aktivis perempuan dari berbagai negara untuk merumuskan strategi dalam menghapus kekerasan terhadap perempuan.
Dari forum itu, disepakati bahwa diperlukan kampanye internasional yang mampu menciptakan tekanan politik terhadap negara serta lembaga global. Lahirlah kampanye
16 Days of Activism Against Gender-Based Violence
, yang diterjemahkan di Indonesia sebagai 16 HAKTP.
Baca Juga:
Mengapa Kita Harus Merayakan 16 HAKTP? Ini Alasannya
Makna Pemilihan Waktu 25 Desember - 10 Desember
Rentang 16 hari dipilih karena menghubungkan dua tanggal penting dalam sejarah perjuangan hak perempuan dan hak asasi manusia.
Pada 25 November diperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. Tanggal ini diperingati untuk mengenang pembunuhan
tiga aktivis perempuan Republik Dominika
, yaitu Patria, Minerva dan Maria Teresa Mirabal pada 25 November 1960 oleh rezim diktator Rafael Trujillo.
Adapun 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Penutupan kampanye di peringatan itu menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia yang harus mendapat perhatian global.
Perkembangan Menjadi Gerakan Global
Sejak diluncurkan pada 1991, 16 HAKTP berkembang menjadi salah satu kampanye internasional terbesar. lebih dari 180 negara turut memperingati melalui berbagai kegiatan seperti kampanye publik, aksi jalanan, diskusi, edukasi, hingga advokasi kebijakan.
Kampanye ini mendorong pemerintah, PBB, lembaga internasional, hingga komunitas lokal untuk meningkatkan komitmen terhadap penghapusan kekerasan berbasis gender.
Baca Juga:
Buka Mata, Buka Hati: 5 Buku Wajib Baca Selama Kampanye 16 HAKTP
Awal Mulai di Indonesia
Di Indonesia, kampanye 16 HAKTP dikenal luas sejak akhir 1990-an, seiring menguatnya gerakan perempuan pasca Reformasi. Organisasi masyarakat sipil, lembaga pendamping korban, hingga kampus menyelenggarakan kegiatan yang menyoroti kekerasan terhadap perempuan.
Isu yang diangkat pun makin beragam, mulai dari kekerasan domestik, pelecehan seksual, perdagangan perempuan, hingga kekerasan daring yang semakin meningkat.
Memahami sejarah 16 HAKTP menunjukkan bahwa kampanye ini merupakan hasil perjuangan panjang dan berserikat. Ia bukan sekedar agenda tahunan, tetapi sebuah strategi global untuk memastikan kekerasan terhadap perempuan tidak diabaikan.
(*Sari)
Tag:
#kekerasan terhadap perempuan
#Komnas HAM
#Komnas Perempuan
#Hak Asasi Manusia
#Kekerasan Berbasis Gender Online
#16 HAKTP
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.