faktakalbar

Sejarah 16 HAKTP dan Asal-usul Perayaannya

Penulis: Redaksi Tuesday, 09 December 2025 📖 2 menit
Sejarah 16 HAKTP dan Asal-usul Perayaannya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) adalah kampanye internasional yang berlangung setiap 25 November  hingga 10 Desember. Kampanye ini lahir melalui proses panjang pergerakan perempuan dunia yang menyoroti kekerasan berbasis gender sebagai persoalan serius. Peringatan 16 HAKTP pertama kali dideklarasikan pada 1991 dalam Women’s Global Leadership (CWGL) di Amerika Serikat. Pertemuan tersebut menghimpun aktivis perempuan dari berbagai negara untuk merumuskan strategi dalam menghapus kekerasan terhadap perempuan. Dari forum itu, disepakati bahwa diperlukan kampanye internasional yang mampu menciptakan tekanan politik terhadap negara serta lembaga global. Lahirlah kampanye 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence , yang diterjemahkan di Indonesia sebagai 16 HAKTP. Baca Juga:  Mengapa Kita Harus Merayakan 16 HAKTP? Ini Alasannya Makna Pemilihan Waktu 25 Desember - 10 Desember Rentang 16 hari dipilih karena menghubungkan dua tanggal penting dalam sejarah perjuangan hak perempuan dan hak asasi manusia. Pada 25 November diperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. Tanggal ini diperingati untuk mengenang pembunuhan tiga aktivis perempuan Republik Dominika , yaitu Patria, Minerva dan Maria Teresa Mirabal pada 25 November 1960 oleh rezim diktator Rafael Trujillo. Adapun 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Penutupan kampanye di peringatan itu menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia yang harus mendapat perhatian global. Perkembangan Menjadi Gerakan Global Sejak diluncurkan pada 1991, 16 HAKTP berkembang menjadi salah satu kampanye internasional terbesar. lebih dari 180 negara turut memperingati melalui berbagai kegiatan seperti kampanye publik, aksi jalanan, diskusi, edukasi, hingga advokasi kebijakan. Kampanye ini mendorong pemerintah, PBB, lembaga internasional, hingga komunitas lokal untuk meningkatkan komitmen terhadap penghapusan kekerasan berbasis gender. Baca Juga: Buka Mata, Buka Hati: 5 Buku Wajib Baca Selama Kampanye 16 HAKTP Awal Mulai di Indonesia Di Indonesia, kampanye 16 HAKTP dikenal luas sejak akhir 1990-an, seiring menguatnya gerakan perempuan pasca Reformasi. Organisasi masyarakat sipil, lembaga pendamping korban, hingga kampus menyelenggarakan kegiatan yang menyoroti kekerasan terhadap perempuan. Isu yang diangkat pun makin beragam, mulai dari kekerasan domestik, pelecehan seksual, perdagangan perempuan, hingga kekerasan daring yang semakin meningkat. Memahami sejarah 16 HAKTP menunjukkan bahwa kampanye ini merupakan hasil perjuangan panjang dan berserikat. Ia bukan sekedar agenda tahunan, tetapi sebuah strategi global untuk memastikan kekerasan terhadap perempuan tidak diabaikan.  (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK