Sejarah dan Asal-Usul Istilah ACAB
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Tanggal
13/12
sering dikaitkan dengan simbol numerik
1312
, yang berkaitan langsung dengan
sejarah dan asal-usul istilah ACAB
dalam budaya pop. Istilah ACAB atau
“All Cops Are Bastards”
memiliki perjalanan panjang sebagai simbol kritik sosial.
Sejarah dan asal-usul istilah ACAB
bermula dari Inggris pada awal abad ke-20. Ungkapan
“All Coppers Are Bastards”
ditemukan dalam grafiti, ukiran di fasilitas publik, dan tulisan di ruang tahanan.
I
stilah tersebut digunakan sebagai ekspresi ketidakpuasan oleh kelompok kelas pekerja dan komunitas yang berhadapan langsung dengan penegakan hukum, polisi pada masa itu.
Baca Juga:
Persepsi ‘Acab’ di Pontianak: Sikap Sepelekan Banjir Picu Sikap Pasrah
Pada pertengahan abad ke-20, akronim
ACAB
mulai digunakan. Bentuk akronim ini memudahkan penyebarannya, baik sebagai
grafiti
, simbol jalanan, maupun sebagai tato.
Penyebaran Melalui Subkultur Punk
Istilah ACAB menyebar luas pada era 1970–1980-an melalui subkultur
punk dan
skinhead
.
Salah satu momentum paling dikenal adalah munculnya rilisan lagu berjudul “A.C.A.B.” oleh band punk Inggris
The 4-Skins
pada 1982, yang memperkuat simbol ini dalam kultur protes.
Dalam subkultur punk, ACAB digunakan sebagai ekspresi anti-otoritarianisme dan kritik terhadap struktur kekuasaan.
Simbol
1312
merupakan representasi numerik dari ACAB berdasarkan urutan alfabet:
1 = A
3 = C
1 = A
2 = B
Kesamaan pola angka antara
1312
dan
13/12
membuat tanggal tersebut sering dibahas dalam kultur internet dan komunitas punk sebagai bentuk
coincidence numerik
.
Baca Juga:
#PolisiPembunuhRakyat Menggema di X, Buntut Tewasnya Pengemudi Ojol Terlindas Rantis Brimob
Meskipun bukan bagian dari sejarah resmi ACAB, tanggal 13 Desember dipandang memiliki resonansi simbolik karena mirip dengan susunan angka 1312.
Mengapa Istilah ACAB Masih Relevan?
Istilah ACAB tetap relevan hingga sekarang karena berfungsi sebagai alat komunikasi simbolik yang efisien untuk menyampaikan kritik. Secara ringkas ada empat faktor kunci:
Kritik terhadap struktur, bukan kata-kata literal.
ACAB merangkum ketidakpuasan terhadap pola dan praktik kelembagaan, seperti penyalahgunaan wewenang atau impunitas, sehingga menjadi label yang merujuk pada masalah sistemik.
Karena fokusnya ke struktur, istilah ini tetap relevan saat kasus-kasus institusional baru muncul.
Identitas kolektif dan solidaritas subkultural.
Dalam komunitas punk, jalanan, atau gerakan protes, ACAB berfungsi sebagai penanda identitas politik dan solidaritas. Sebagai slogan singkat dan mudah diulang, ia memperkuat rasa “kita” di antara aktor kolektif yang menentang otoritarianisme.
Fleksibilitas simbolik dan taktik visibilitas.
Bentuk akronim ACAB dan kode numerik 1312 memungkinkan penyamaran, kreativitas visual, atau penggunaan di ruang-ruang yang sensitif.
Fleksibilitas ini membuat simbol mudah bertahan dalam berbagai konteks budaya dan estetika.
Amplifikasi digital dan rentang aplikasi yang luas.
Di era media sosial, slogan singkat menyebar cepat. ACAB dapat dipakai dalam konteks yang beragam, dari protes lapangan sampai diskusi
online
tentang reformasi kepolisian, sehingga terus digaungkan ulang setiap kali wacana publik mengangkat isu terkait.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.