faktakalbar

Sejarah Kelapa Sawit: Tanaman Afrika Penguasa Nusantara

Penulis: Redaksi Monday, 02 February 2026 📖 2 menit
Sejarah Kelapa Sawit: Tanaman Afrika Penguasa Nusantara
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Masyarakat Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, sangat akrab dengan pemandangan hamparan kebun sawit. Provinsi ini mencatat luas perkebunan kelapa sawit mencapai lebih dari 1,8 juta hektare menurut data statistik terbaru, menjadikannya salah satu komoditas penopang ekonomi daerah. Namun, publik sering kali salah kaprah mengira emas hijau ini adalah tanaman asli Indonesia. Fakta sejarah membuktikan sebaliknya. Kelapa sawit ( Elaeis guineensis ) merupakan tanaman pendatang yang justru menemukan surga barunya di tanah Nusantara. Asal Usul dari Afrika Barat Secara botani, kelapa sawit bukanlah tanaman endemik Asia Tenggara . Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika Barat, meliputi Guinea , Nigeria, dan Kamerun. Habitat aslinya adalah hutan hujan tropis di benua tersebut. Baca Juga: Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrak Pohon Sawit di Jalan Raya Bodok–Sanggau Pemerintah kolonial Belanda melihat potensi tanaman ini untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati di Eropa yang melonjak seiring Revolusi Industri dan pertumbuhan populasi. Bermula dari Empat Biji Sejarah masuknya sawit ke Indonesia bermula pada tahun 1848. Saat itu, D.T. Pryce membawa empat bibit kelapa sawit ke Indonesia. Dua bibit ia peroleh dari kebun koleksi Hortus Botanicus Amsterdam, dan dua lainnya berasal dari Bourbon (Mauritius). Pryce kemudian menanam bibit tersebut di Kebun Raya Bogor. Keempat pohon induk inilah yang menjadi nenek moyang bagi jutaan hektare kelapa sawit yang kini membentang di seluruh Indonesia. Meskipun uji coba penanaman sempat menyasar wilayah Banyumas, Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara, tanaman ini justru tumbuh paling optimal di kawasan Deli, Sumatera. Melihat potensi tersebut, Adrien Hallet, seorang ahli agronomi asal Belgia, mengambil langkah agresif. Pada tahun 1911, Hallet memulai budidaya skala besar dengan menanam 50.000 bibit di Soengei Lipoet Cultuur Maatschappij , Aceh. Langkah ini menandai lahirnya perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Indonesia seluas 336 hektare. Baca Juga:  Polisi Buru Pemilik Lahan Sawit Terbakar di Sungai Raya Nasionalisasi Aset Perkebunan Industri ini terus berkembang pesat hingga Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis pasca-kemerdekaan. Pada tahun 1965, Presiden Soekarno menasionalisasi seluruh perkebunan asing melalui Penetapan Presiden Nomor 6 Tahun 1965. Keputusan politik tersebut mengubah peta komoditas nasional. Kini, tanaman yang bermula dari empat biji impor tersebut telah menempatkan Indonesia sebagai produsen minyak sawit nomor satu di dunia, menggeser peran negara-negara Afrika yang menjadi tempat asalnya. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK