faktakalbar

Jaga Memori dan Dasar Pengambilan Keputusan lewat Arsip

Penulis: Redaksi Thursday, 16 April 2026 📖 2 menit
Jaga Memori dan Dasar Pengambilan Keputusan lewat Arsip
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa pengelolaan arsip memiliki peran krusial dalam tata kelola pemerintahan. Arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, melainkan pilar penting dalam menjaga memori organisasi, memperkuat akuntabilitas pemerintahan, serta mendukung pelayanan publik yang prima. Baca Juga:  Laga Persahabatan Buka POPDA Pontianak 2026, Duet Edi-Bahasan Sumbang Empat Gol Hal ini disampaikannya ketika membuka Workshop Kearsipan di Aula Perpustakaan Kota Pontianak, Rabu (15/4/2026). “Tanpa pengelolaan arsip yang baik, informasi yang kita butuhkan saat ini untuk pengambilan keputusan akan sulit ditemukan. Risiko hilangnya jejak sejarah institusi juga menjadi sangat nyata,” ujarnya. Amirullah menjelaskan, tertib administrasi hanya dapat tercipta apabila perangkat daerah disiplin dalam dua hal utama. Pertama, pemberkasan yang sistematis agar dokumen mudah ditemukan. Kedua, penyusutan yang tepat agar arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna tidak terus menumpuk di ruang kerja. Sekda juga menekankan bahwa arsip pada dasarnya adalah rekaman peristiwa yang disimpan untuk dibuka kembali saat dibutuhkan. Dalam konteks pemerintahan, arsip berfungsi penting untuk meluruskan sejarah, membuktikan kebenaran data, hingga menjadi dasar penyelesaian persoalan hukum apabila muncul sengketa atau klaim sepihak. “Kalau terjadi klaim atau perkara hukum, yang dipakai bukan katanya, bukan infonya, tapi datanya, arsipnya. Jadi tugas di bidang kearsipan ini sangat penting, karena menjaga sejarah dan meluruskan sejarah bila ada yang dibelokkan,” tegasnya. Baca Juga:   Wadahi Bakat Akar Rumput, Mahasiswa UM Pontianak Inisiasi Kejuaraan Futsal Antar-Kampus se-Kalbar Ia mengingatkan seluruh aparatur agar tidak lagi memandang urusan arsip sebagai pekerjaan sepele. Arsip kebijakan dan keputusan penting harus dijaga dengan baik karena dokumen yang dianggap biasa hari ini bisa menjadi sangat bernilai di masa depan. “Pak Wali Kota berpesan supaya Bapak-Ibu serius. Ikuti dua hari kegiatan ini dengan baik, tangkap materinya, lalu kaitkan dengan kenyataan sehari-hari di tempat kerja masing-masing,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak, Rendrayani, menjelaskan bahwa workshop ini digelar selama dua hari dengan melibatkan 72 peserta. Kegiatan tersebut mengusung tema "Pemberkasan dan Penyusutan Arsip untuk Mewujudkan Tata Kelola Arsip yang Akuntabel di Lingkungan Pemerintah Kota Pontianak". Rendrayani menilai kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman perangkat daerah terkait pemberkasan dan penyusutan arsip. Ia mengakui, hingga saat ini penyusutan arsip baru dilakukan oleh segelintir perangkat daerah dan belum dilaksanakan secara menyeluruh. “Untuk penyusutan arsip ini memang baru beberapa perangkat daerah yang sudah melaksanakan, tetapi belum seluruhnya. Padahal ini menjadi indikator untuk pengawasan kearsipan, baik internal maupun eksternal,” katanya. Workshop ini turut menghadirkan narasumber langsung dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yakni Arsiparis Ahli Madya Ranggati Hatni Wuryatini Enghum. Kehadiran narasumber pusat ini diharapkan dapat memberikan penguatan teknis sekaligus pemahaman yang lebih mendalam kepada seluruh peserta. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK