Sekolah Hanya 270 Meter dari Aktivitas Industri PT BAI, Warga Minta Dampak Lingkungan Dikaji
Faktakalbar.id - SDN 17 Sungai Kunyit di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, menjadi tempat belajar bagi anak-anak di sekitar kawasan industri. Namun, sekolah tersebut berada sekitar 270 meter dari pusat aktivitas industri berat PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI).
Faktakalbar.id - SDN 17 Sungai Kunyit di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, menjadi tempat belajar bagi anak-anak di sekitar kawasan industri. Namun, sekolah tersebut berada sekitar 270 meter dari pusat aktivitas industri berat PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI).
Jarak yang relatif dekat itu membuat warga sekitar mempertanyakan potensi dampak aktivitas industri terhadap lingkungan sekolah.
Baca Juga: PT Antam Site Toho Mandek, Pasokan Bauksit ke BAI Masih dari Luar Mempawah
Debu, kebisingan hingga emisi dari kegiatan industri dinilai perlu menjadi perhatian, terutama karena sekolah menjadi tempat anak-anak menghabiskan waktu untuk belajar.
Seorang warga sekitar, Markus, mengatakan keberadaan sekolah semestinya menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pembangunan dan pengoperasian kawasan industri.
"Jangan sampai pembangunan yang bertujuan meningkatkan ekonomi justru mengorbankan lingkungan belajar anak-anak," kata Markus.
Menurut dia, pemerintah perlu memastikan pengawasan terhadap dampak aktivitas industri dilakukan secara nyata. Kajian dan pengawasan, kata dia, tidak semestinya berhenti pada pemenuhan dokumen administratif.
"Yang harus dilihat adalah kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk bagaimana dampaknya terhadap sekolah yang berada sangat dekat dengan aktivitas industri," ujarnya.
Warga lainnya, Bujang, mengatakan jarak sekitar 270 meter antara SDN 17 Sungai Kunyit dan aktivitas industri PT BAI tergolong dekat.
"Debu, kebisingan dan hasil pembakaran berpotensi berdampak langsung karena jaraknya sangat dekat," kata Bujang.
Ia mempertanyakan apakah keberadaan SDN 17 Sungai Kunyit telah diperhitungkan secara komprehensif dalam kajian lingkungan PT BAI.
Aktivitas siswa di SDN 17 Sungai Kunyit yang berada sangat dekat dengan area operasional kawasan industri berat PT BAI di Mempawah. (Dok. Ist)
Menurut Bujang, analisis terhadap sekolah perlu dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan aktivitas industri yang berlangsung di sekitarnya.
"Sekolah adalah tempat pertama menyiapkan masa depan generasi muda. Jangan sampai keberadaannya luput dari kajian lingkungan," ujarnya.
Bujang mengatakan warga tidak menolak pembangunan industri. Menurut dia, keberadaan industri tetap penting bagi pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang bagi masyarakat sekitar.
Namun, pembangunan tersebut, kata dia, harus berjalan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
"Intinya bukan mempersoalkan pembangunan PT BAI. Yang menjadi perhatian adalah jangan sampai kemajuan industri dibayar dengan terganggunya lingkungan belajar dan keselamatan generasi muda," katanya.
Karena itu, warga meminta pemerintah dan pemangku kepentingan mengevaluasi kembali posisi SDN 17 Sungai Kunyit terhadap aktivitas industri PT BAI. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup pengukuran kualitas udara, tingkat kebisingan serta potensi dampak lain yang dapat mempengaruhi lingkungan sekolah.
Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya risiko yang tidak dapat dikendalikan, Bujang mendorong pemerintah mempertimbangkan relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman.
Ia juga berharap PT BAI memberikan perhatian melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk untuk mendukung kebutuhan sekolah dan, jika diperlukan, membantu proses relokasi.
"Kalau memang relokasi menjadi pilihan terbaik untuk melindungi anak-anak, perusahaan juga seharusnya ikut mengambil tanggung jawab," ujarnya.
Warga berharap keberadaan industri dan sekolah dapat berjalan berdampingan tanpa mengorbankan hak anak-anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan sehat.
(Tim FK)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.