faktakalbar

Sekolah Libur, Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan: BGN Siapkan Skema Antar ke Rumah

Penulis: Redaksi Tuesday, 23 December 2025 📖 2 menit
Sekolah Libur, Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan: BGN Siapkan Skema Antar ke Rumah
Faktakalbar.id, JAKARTA – Kabar baik bagi para orang tua dan siswa. Badan Gizi Nasional ( BGN ) memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan meskipun memasuki masa libur sekolah pada Desember hingga awal Januari 2026. Baca Juga:  16 Siswa Dilarikan ke RS, Polda Metro Jaya Amankan Sopir Mobil MBG Pasca Insiden di SDN Kalibaru 01 Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema alternatif agar asupan gizi anak tetap terjaga selama liburan. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran akan disesuaikan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mendata terlebih dahulu jumlah siswa yang bersedia mengambil makanan ke sekolah. Jika siswa berhalangan, opsi pengantaran ( delivery ) ke rumah sedang dirancang. "Untuk Anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah," kata Dadan, Minggu (21/12/2025). Dadan menambahkan, jika siswa tidak mengambil ke sekolah, pihaknya tengah merancang sistem pengantaran. "Jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah, jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG. Kita sedang rancang sistem delivery setelah 4 hari libur," jelasnya. Baca Juga:   Mobil Pengangkut MBG Tabrak Barisan Siswa SDN Kalibaru 01 Menu Khusus Liburan: Abon hingga Telur Asin Jenis makanan yang diberikan juga akan bervariasi. Dadan merinci, pada awal masa libur, siswa akan menerima makanan siap santap selama maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, serta abon atau dendeng. Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyebutkan opsi pemberian bahan makanan kering yang lebih awet untuk memudahkan distribusi. "MBG menjadi bahan kering (bukan olahan), misalnya buah, susu, roti (buatan UMKM), dan telur. Telurnya biar awet pakai telor asin," ungkap Nanik. Tidak Ada Paksaan Nanik menegaskan bahwa pelaksanaan program di masa libur ini bersifat fleksibel dan berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan murid. Orang tua siswa juga diperkenankan untuk mewakili pengambilan makanan. "Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah... Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah," tegas Nanik. Prinsip utamanya, menurut Nanik, adalah memastikan perbaikan gizi anak tidak terputus hanya karena kegiatan belajar mengajar sedang libur. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK