Selamat Bekerja Dan Sukses Koni, Hati Hati Dengan Pilihan Kabinet Gemuk
OPINI -
Ucapan selamat patut disampaikan atas terbentuknya kepengurusan
KONI Kalimantan Barat
hasil Musorprov.
Harapan besar tentu menyertai kepengurusan baru ini, agar olahraga prestasi Kalbar tidak sekadar berjalan rutin, tetapi mampu melompat lebih jauh dan memberi kebanggaan melalui capaian prestasi yang nyata.
Baca Juga:
Head-to-Head Senator di Kursi KONI Dimenangkan Daud Yordan dengan Selisih 7 Suara Dari Syarif Melvin
Komposisi pengurus yang ada saat ini pada dasarnya menunjukkan kekuatan. Diisi oleh figur-figur dengan latar belakang, jejaring, dan kompetensi yang beragam,
KONI Kalbar
memiliki modal sosial dan organisatoris yang tidak kecil.
Visi dan misi yang disampaikan Ketua Umum, Daud, dalam forum
Musorprov
pun tampak realistis dan terukur untuk diwujudkan.
Pengalaman
Daud
sebagai atlet yang tumbuh dari bawah hingga mencapai level dunia menjadi keunggulan tersendiri.
Ia tidak hanya memahami prestasi dari sisi angka dan medali, tetapi juga merasakan langsung dinamika perjuangan atlet, mulai dari proses pembinaan, keterbatasan fasilitas, hingga tekanan kompetisi.
Modal empirik inilah yang seharusnya mampu diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang relevan serta berpihak pada peningkatan kualitas atlet.
Dengan jaringan yang dimiliki
Ketua Umum
, akses terhadap berbagai sumber daya penunjang, baik pendanaan, fasilitas, maupun dukungan lintas institusi pada dasarnya terbuka lebar.
Jika dimanfaatkan secara optimal, hal ini dapat menjadi akselerator penting bagi kemajuan olahraga prestasi Kalbar.
Baca Juga:
Buka Musorprov ke-14, Gubernur Norsan Harap Ketua KONI Kalbar Terpilih Bisa Dongkrak Prestasi
Namun demikian, di sinilah tantangan nyata mulai muncul. Struktur kepengurusan yang relatif besar lebih dari 100 personil terkesan “gemuk”.
Menyimpan potensi perlambatan gerak organisasi. Dimana idealnya antara 50 - 60 personil saja akan ramping dan lincah utk bergerak.
Dengan terkesan gemuk,ada kemungkinan akan terjadi kondisi seperti ini. Pertama,dalam banyak pengalaman organisasi, kabinet yang terlalu gemuk kerap melahirkan keraguan kolektif: keputusan menunggu koordinasi, koordinasi menunggu arahan, dan pada akhirnya eksekusi menjadi tidak secepat yang dibutuhkan dunia olahraga prestasi.
Kedua,perbedaan latar belakang para pengurus juga menuntut kerja ekstra dalam menyamakan persepsi.
Tanpa kesatuan cara pandang, organisasi berisiko berjalan dengan kecepatan dan prioritas yang berbeda-beda.
Padahal, organisasi olahraga dituntut bergerak lincah, terintegrasi, dan disiplin dalam mengeksekusi setiap keputusan strategis.
Karena itu, keputusan membentuk kabinet besar idealnya diimbangi dengan sistem kerja yang tegas, pembagian fungsi yang jelas, serta mekanisme koordinasi yang efektif.
Peran para wakil ketua sebagai simpul kendali di masing-masing bidang menjadi sangat krusial agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun stagnasi kebijakan.
Akhirnya, kita patut berharap dan mendoakan agar seluruh kepengurusan
KONI Kalbar
mampu bekerja sebagai satu mesin yang solid.
Jika kepemimpinan kuat, sistem berjalan rapi, dan setiap bidang memahami peran serta tanggung jawabnya, maka visi dan misi Ketua Umum bukan hanya akan tercapai, tetapi juga benar-benar mengangkat nama Kalimantan Barat melalui prestasi olahraga yang berkelanjutan.
Koni Kalbar harus tetap semangat,
Kalian pasti bisa membuktikan utk sukses.
Salam olah raga....Jaya!!
Baca Juga:
Musorprov KONI Berakhir Manis: Daud Yordan Ajak Sultan Melvin Bergabung di Kepengurusan KONI
Oleh:
Mei Purwowidodo
*Disclaimer:
Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi atau kebijakan redaksi
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.