Sempat Diseret Buaya,Solihin Selamat Namun Harus Menderita Luka dan Patah Tulang
KUBU RAYA- Naas menimpa Solihin (51), warga Desa Padang Tikar Satu, Kecamatan Batu Ampar. Pria ini diserang buaya di kebun kelapa miliknya yang berbatasan langsung dengan Sungai Lalat pada Senin (8/7) pagi. Akibat serangan tersebut, Solihin mengalami 11 jahitan dan patah tulang di kaki kanannya.
Kejadian bermula sehari sebelumnya, Minggu (7/7), ketika anak korban bertemu dengan buaya saat mancing di kebun kelapa milik ayahnya. Anak Solihin menceritakan pengalamannya tersebut kepada sang ayah. Mendengar cerita itu, keesokan paginya Solihin memutuskan untuk memastikan kebenaran cerita anaknya dengan membawa sebatang bambu ke lokasi.
Sesampainya di lokasi, Solihin berniat menancapkan bambu di Sungai Lalat sebagai tanda keberadaan buaya muara yang ditemui anaknya. Namun, nasib malang menimpanya ketika ia turun ke semak-semak di bibir sungai. Tanpa diduga, buaya langsung menerkam kaki kanannya. Solihin terseret ke dalam sungai dan berteriak meminta tolong.
Untungnya, beberapa warga yang sedang memanen buah kelapa mendengar teriakan histeris Solihin. Mereka segera memberi bantuan, dan korban berhasil diselamatkan dari cengkraman buaya. Solihin langsung dilarikan ke Puskesmas Padang Tikar.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade membenarkan peristiwa terkaman buaya muara tersebut. "Korban selamat dan saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif. Akibat serangan buaya, korban mengalami sebelas jahitan luka terbuka bekas gigitan buaya dan patah tulang (fraktur tibia) di kaki sebelah kanan," terang Ade, Selasa (9/7) pagi.
"Sehubungan dengan insiden serangan buaya muara,kami dari Polres Kubu Raya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai dan area yang berbatasan langsung dengan habitat buaya muara," tambahnya.(rfk/*humasres kr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.