faktakalbar

Sentra Garam Sambas Diproyeksikan Pasok Kebutuhan Swasembada Nasional 2027

Faktakalbar.id - Sentra produksi garam rakyat di Desa Sebubus Kabupaten Sambas diproyeksikan menjadi penopang utama target swasembada garam nasional pada 2027.

Penulis: Wati Tuesday, 15 September 2026 📖 1 menit
Sentra Garam Sambas Diproyeksikan Pasok Kebutuhan Swasembada Nasional 2027
Hamparan bedengan garam rakyat di Desa Sebubus Kabupaten Sambas yang disiapkan mendongkrak kapasitas produksi garam nasional. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Sentra produksi garam rakyat di Desa Sebubus Kabupaten Sambas diproyeksikan menjadi penopang utama target swasembada garam nasional pada 2027.

Kawasan pesisir tersebut ditetapkan sebagai titik pengembangan strategis guna menekan volume impor garam yang masuk ke dalam negeri.

Kapasitas produksi garam di Kabupaten Sambas saat ini tercatat mencapai angka sekitar 600 ton per bulan.

Kepala Desa Sebubus Irfan Riyadi menyebut penetapan wilayahnya dilakukan dalam skema pemetaan pembangunan kawasan pesisir nasional.

"Pemerintah melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menetapkan Sebubus sebagai salah satu wilayah pengembangan produksi garam rakyat untuk mendukung percepatan swasembada garam nasional pada 2027," kata Kepala Desa Sebubus Irfan Riyadi.

Irfan menyatakan dukungan infrastruktur dan perluasan kapasitas pemasaran sangat dibutuhkan agar petani daerah mampu memenuhi volume pasokan nasional.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menilai kawasan Sebubus memiliki keunggulan geografis yang ideal untuk pengembangan garam skala masif.

"Ini potensi yang luar biasa. Satu bedengan bisa menghasilkan sekitar satu ton garam. Kalau satu kilogram dijual Rp2.000, berarti satu ton bisa menghasilkan sekitar Rp2 juta dari satu bedengan," katanya saat meninjau usaha garam rakyat di Sambas.

Krisantus meminta penambahan jumlah bedengan dilakukan secara terencana guna mendongkrak volume tonase panen harian.

Ia juga mendorong perbaikan standar pengolahan komoditas agar mutu garam yang dihasilkan memenuhi syarat kesehatan bahan pangan.

"Alhamdulillah, garam ini sangat menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat di sini dan sekarang sudah menjadi mata pencaharian utama," kata Irfan menambahkan.

Pemerintah daerah bersiap memberikan penguatan alat serta pembinaan kualitas produk demi menguasai pasar garam di Kalimantan Barat.

Integrasi kapasitas produksi daerah ini diharapkan menjadikan Sambas sebagai pilar utama industri garam rakyat di wilayah Kalimantan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK