faktakalbar

Seorang Pria Terluka Parah Usai Gas Elpiji 3kg Meledak Dekat Tempat Tidurnya

Penulis: Redaksi Wednesday, 28 May 2025 📖 1 menit
Seorang Pria Terluka Parah Usai Gas Elpiji 3kg Meledak Dekat Tempat Tidurnya
Faktakalbar.id, KUBU RAYA  – Ledakan tabung gas elpiji 3kg telah memakan korban seorang pria bernama Laihi (58) yang harus mengalami luka bakar yang cukup serius dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Santo Antonius Pontianak. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah bangunan kosong yang berada di Desa Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (25/5/2025). Menurut hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.46 WIB. Baca juga:  Bupati dan Wakil Kubu Raya Sujiwo dan Sukiryanto Bersama Tim Gabungan Karhutla Tinjau Lokasi Kebakaran di Samping SMAN 4 Salah seorang warga mengaku mendengar adanya suara ledakan keras dari arah bangunan kosong yang kerap dijadikan tempat tinggal oleh Laihi. Saat sampai di lokasi, kobaran api telah ditemukan dalam bangunan tersebut dan sejumlah bagian dinding terlihat rusak parah akibat ledakan gas elpiji 3kg tersebut. Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan duduk di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh mengalami luka bakar yang cukup parah. “Korban langsung dievakuasi oleh warga sekitar pukul 21.10 WIB menggunakan mobil pick-up menuju Puskesmas Sungai Ambawang. Namun, karena keterbatasan fasilitas, korban dirujuk ke RS Santo Antonius Pontianak,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (27/5/2025). Aiptu Ade menyampaikan bahwa dugaan sementara ledakan tersebut berasal dari kebocoran regulator tabung gas elpiji. Posisi tabung gas dan kompor semakin memperparah keadaan karena ditemukan berada sangat dekat dengan tempat tidur korban. “Diduga saat korban hendak menyalakan obat nyamuk dengan korek api, gas yang sudah bocor tersulut api sehingga menyebabkan ledakan dan kebakaran,” jelasnya. Menurut keterangan keluarga dan warga sekitar, korban diketahui mengalami gangguan mental dan memiliki kebiasaan berpindah-pindah tempat tinggal. Laihi lebih sering tinggal di rumah kosong, maupun di bawah kolong jembatan karena menolak tinggal bersama keluarganya di Desa Korek. Saat ini, Laihi masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. (mro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK