faktakalbar

Serangan Jantung Diam-diam Tanpa Gejala: Waspada Kolesterol Tinggi dan Diabetes, Cek Batas Aman

Penulis: Dimas Wednesday, 10 December 2025 📖 2 menit
Serangan Jantung Diam-diam Tanpa Gejala: Waspada Kolesterol Tinggi dan Diabetes, Cek Batas Aman
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Serangan jantung sering muncul tiba-tiba, bahkan pada orang yang sebelumnya merasa sehat. Kondisi ini membuat banyak kasus baru terdeteksi ketika kerusakan jantung sudah cukup berat. Menurut dr. Dwi Jayanti Sugeng Sulistyo Dewi, Sp.JP, FIHA, serangan jantung diam-diam terkait dengan proses penumpukan plak di pembuluh darah yang berlangsung lama. “Lebih dari 50% serangan jantung tetap terjadi pada orang yang tidak pernah merasa sakit sebelumnya. Pelakunya bisa saja kolesterol dan gula darah tinggi yang bekerja dalam senyap,” jelas dr. Dwi. Mengapa Serangan Jantung Bisa Terjadi Tanpa Gejala? Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak kolesterol menumpuk di dinding arteri. Proses ini berkembang perlahan, kadang sejak usia muda. Baca Juga: Waktu Terbaik Makan Pisang untuk Kesehatan Jantung: Pukul 11.00 Pagi Jadi Pilihan Ideal Tubuh dapat membentuk pembuluh darah kecil sebagai jalur alternatif, sehingga keluhan khas seperti nyeri dada mungkin tidak muncul. “Serangan jantung sifatnya akut itu pun sebenarnya tabungannya sudah lama. Cuman tip arisannya baru keluar saat plak pecah,” terang dr. Dwi. Hal ini menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa sehat padahal pembuluh darahnya telah menyempit signifikan. Peran Diabetes dan Gula Darah Tinggi sebagai Silent Killer Pasien dengan diabetes tipe 2 lebih mungkin mengalami Serangan Jantung Diam-diam Tanpa Gejala. Neuropati Diabetik: Kerusakan saraf akibat gula darah tinggi membuat persepsi nyeri berkurang. Gejala Terselubung: Gejala tidak muncul sebagai nyeri dada, melainkan kelelahan, mual, sesak napas ringan, atau ketidaknyamanan di punggung, rahang, atau lengan. Risiko Kronis: “Banyak pasien tidak menyadari kadar gula atau kolesterol tinggi mereka, padahal ini silent killer . Gula darah tinggi kronis bisa merusak pembuluh darah dari ujung kepala hingga kaki,” tambah dr. Dwi. Risiko Jantung pada Usia Produktif Gaya hidup modern membuat usia produktif juga rentan mengalami serangan jantung. “Saya pernah punya pasien laki-laki 23 tahun, orang tua sehat, tidak ada hipertensi. Namun karena gaya hidup, merokok, pola makan, kurang olahraga, pembuluh darahnya membentuk plak dan akhirnya pecah,” ungkap dr. Dwi. Ini menegaskan bahwa faktor umur bukan satu-satunya penyebab penyakit jantung koroner. Batas Aman yang Disarankan Kolesterol LDL ( Low-Density Lipoprotein ) atau “jahat” dapat menumpuk dan memicu plak di arteri. Sebaliknya, HDL ( High-Density Lipoprotein ) atau kolesterol baik membantu membersihkan LDL. “Yang penting bukan sekadar kolesterol total, tapi LDL, HDL, dan trigliserida. LDL rendah, HDL tinggi, itu optimal,” jelas dr. Dwi. Batas aman yang disarankan untuk orang sehat: LDL: Kurang dari 100 mg/dL HDL: Sama dengan atau lebih dari 60 mg/dL Trigliserida: Kurang dari 150 mg/dL Gula darah puasa: Kurang dari 100 mg/dL Gula darah sewaktu: Kurang dari 140 mg/dL Gejala yang Sering Terabaikan (Tanda Awal) Baca Juga: Bukan Jalan Santai, Ini Syarat Jalan Kaki yang Direkomendasikan untuk Jaga Kesehatan Jantung Serangan jantung tidak selalu terasa nyeri hebat. Beberapa tanda awal yang sering diabaikan meliputi: Napas terasa pendek saat beraktivitas ringan Dada terasa berat sementara, kemudian membaik setelah istirahat Cepat lelah meski aktivitas ringan Jantung berdebar atau tidak teratur Pencegahan dan Deteksi Dini Dokter Dwi menekankan pentingnya pemeriksaan rutin dan pengelolaan risiko: Cek kolesterol, gula darah, dan tekanan darah secara berkala Olahraga minimal 150 menit per minggu Mengatur pola makan rendah lemak trans dan gula tambahan Berhenti merokok Mengelola stres dan tidur cukup “ Silent killer ini berjalan lama, tapi kita bisa cegah dengan hidup sehat dan screening rutin. Jangan tunggu gejala muncul,” saran dr. Dwi. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK