Serangan Jantung Diam-diam Tanpa Gejala: Waspada Kolesterol Tinggi dan Diabetes, Cek Batas Aman
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Serangan jantung sering muncul tiba-tiba, bahkan pada orang yang sebelumnya merasa sehat.
Kondisi ini membuat banyak kasus baru terdeteksi ketika kerusakan jantung sudah cukup berat.
Menurut dr. Dwi Jayanti Sugeng Sulistyo Dewi, Sp.JP, FIHA, serangan jantung diam-diam terkait dengan proses penumpukan plak di pembuluh darah yang berlangsung lama.
“Lebih dari 50% serangan jantung tetap terjadi pada orang yang tidak pernah merasa sakit sebelumnya. Pelakunya bisa saja kolesterol dan gula darah tinggi yang bekerja dalam senyap,” jelas dr. Dwi.
Mengapa Serangan Jantung Bisa Terjadi Tanpa Gejala?
Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak kolesterol menumpuk di dinding arteri.
Proses ini berkembang perlahan, kadang sejak usia muda.
Baca Juga:
Waktu Terbaik Makan Pisang untuk Kesehatan Jantung: Pukul 11.00 Pagi Jadi Pilihan Ideal
Tubuh dapat membentuk pembuluh darah kecil sebagai jalur alternatif, sehingga keluhan khas seperti nyeri dada mungkin tidak muncul.
“Serangan jantung sifatnya akut itu pun sebenarnya tabungannya sudah lama. Cuman tip arisannya baru keluar saat plak pecah,” terang dr. Dwi.
Hal ini menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa sehat padahal pembuluh darahnya telah menyempit signifikan.
Peran Diabetes dan Gula Darah Tinggi sebagai
Silent Killer
Pasien dengan diabetes tipe 2 lebih mungkin mengalami Serangan Jantung Diam-diam Tanpa Gejala.
Neuropati Diabetik: Kerusakan saraf akibat gula darah tinggi membuat persepsi nyeri berkurang.
Gejala Terselubung: Gejala tidak muncul sebagai nyeri dada, melainkan kelelahan, mual, sesak napas ringan, atau ketidaknyamanan di punggung, rahang, atau lengan.
Risiko Kronis: “Banyak pasien tidak menyadari kadar gula atau kolesterol tinggi mereka, padahal ini
silent killer
. Gula darah tinggi kronis bisa merusak pembuluh darah dari ujung kepala hingga kaki,” tambah dr. Dwi.
Risiko Jantung pada Usia Produktif
Gaya hidup modern membuat usia produktif juga rentan mengalami serangan jantung.
“Saya pernah punya pasien laki-laki 23 tahun, orang tua sehat, tidak ada hipertensi. Namun karena gaya hidup, merokok, pola makan, kurang olahraga, pembuluh darahnya membentuk plak dan akhirnya pecah,” ungkap dr. Dwi.
Ini menegaskan bahwa faktor umur bukan satu-satunya penyebab penyakit jantung koroner.
Batas Aman yang Disarankan
Kolesterol LDL (
Low-Density Lipoprotein
) atau “jahat” dapat menumpuk dan memicu plak di arteri. Sebaliknya, HDL (
High-Density Lipoprotein
) atau kolesterol baik membantu membersihkan LDL.
“Yang penting bukan sekadar kolesterol total, tapi LDL, HDL, dan trigliserida. LDL rendah, HDL tinggi, itu optimal,” jelas dr. Dwi.
Batas aman yang disarankan untuk orang sehat:
LDL: Kurang dari 100 mg/dL
HDL: Sama dengan atau lebih dari 60 mg/dL
Trigliserida: Kurang dari 150 mg/dL
Gula darah puasa: Kurang dari 100 mg/dL
Gula darah sewaktu: Kurang dari 140 mg/dL
Gejala yang Sering Terabaikan (Tanda Awal)
Baca Juga:
Bukan Jalan Santai, Ini Syarat Jalan Kaki yang Direkomendasikan untuk Jaga Kesehatan Jantung
Serangan jantung tidak selalu terasa nyeri hebat. Beberapa tanda awal yang sering diabaikan meliputi:
Napas terasa pendek saat beraktivitas ringan
Dada terasa berat sementara, kemudian membaik setelah istirahat
Cepat lelah meski aktivitas ringan
Jantung berdebar atau tidak teratur
Pencegahan dan Deteksi Dini
Dokter Dwi menekankan pentingnya pemeriksaan rutin dan pengelolaan risiko:
Cek kolesterol, gula darah, dan tekanan darah secara berkala
Olahraga minimal 150 menit per minggu
Mengatur pola makan rendah lemak trans dan gula tambahan
Berhenti merokok
Mengelola stres dan tidur cukup
“
Silent killer
ini berjalan lama, tapi kita bisa cegah dengan hidup sehat dan
screening
rutin. Jangan tunggu gejala muncul,” saran dr. Dwi.
(*Drw)
Tag:
#diabetes
#serangan jantung diam-diam tanpa gejala
#penyebab serangan jantung usia muda
#dr dwi jayanti
#kolesterol tinggi
#neuropati diabetik
#batas aman kolesterol
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.