Serapan Belum Optimal, Badan Gizi Nasional Kembalikan Anggaran MBG Rp70 Triliun
Faktakalbar.id, NASIONAL
—
Badan Gizi Nasional (BGN)
mengembalikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 sebesar Rp70 triliun kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pengembalian ini dilakukan karena penyerapan anggaran yang belum optimal.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan timnya hanya mampu menyerap Rp99 triliun dari total alokasi Rp171 triliun tahun ini.
Menurutnya, hal ini disebabkan sebagian proyek masih dalam proses pembangunan dan verifikasi.
Baca Juga:
Bukan Cuma Gizi, Keamanan Menu MBG di Depok Kini Jadi Kekhawatiran Orang Tua
Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN),
Luhut Pandjaitan
, menyoroti besarnya tanggung jawab yang diemban oleh BGN sebagai lembaga baru.
Ia membandingkan anggaran BGN yang mencapai Rp171 triliun dengan anggaran TNI yang sudah lama berdiri sebesar Rp175 triliun.
"Organisasi ini (BGN) perlu diperkuat juga karena ini bukan organisasi satu tahun, bukan untuk lima tahun, mungkin bertahun-tahun ke depan," tegas Luhut.
Ia berpesan agar BGN membangun ekosistem yang kuat dan memastikan
anggaran
dibelanjakan dengan benar.
Meski terjadi pengembalian dana, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk program MBG di tahun 2026, yakni senilai Rp335 triliun, yang terdiri dari Rp268 triliun untuk BGN dan Rp67 triliun sebagai dana cadangan.
Baca Juga:
Luhut Imbau Menkeu Tak Tarik Anggaran MBG: Penyerapan Sudah Sangat Membaik
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.