faktakalbar

Sering Berdebar Tanpa Sebab? Mengenal Bahaya Aritmia di Usia Muda

Penulis: Redaksi Saturday, 21 February 2026 📖 2 menit
Sering Berdebar Tanpa Sebab? Mengenal Bahaya Aritmia di Usia Muda
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Banyak orang menganggap masalah jantung hanya dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia. Namun, tren kesehatan di awal tahun 2026 ini menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan: semakin banyak remaja hingga dewasa muda yang mulai mengeluhkan gangguan irama jantung atau yang secara medis dikenal sebagai aritmia . Aritmia bukan sekadar sensasi "deg-degan" biasa. Kondisi ini terjadi ketika sistem kelistrikan jantung yang mengatur detak jantung mengalami gangguan. Baca Juga:  18 Hari Pesta Rakyat, Stadion Kridasana Jadi Jantung Festival Imlek Singkawang 2026 Akibatnya, jantung bisa berdetak terlalu cepat ( tachycardia ), terlalu lambat ( bradycardia ), atau tidak beraturan sama sekali. Mengapa Anak Muda Bisa Terkena Aritmia? Menurut para ahli medis, detak jantung normal manusia saat beristirahat berada di kisaran 60-100 kali per menit. Pada usia muda, ada beberapa faktor pemicu yang sering kali terabaikan: Ketidakseimbangan Elektrolit: Kurangnya asupan kalium, magnesium, atau kalsium akibat dehidrasi atau pola makan yang tidak terjaga bisa mengganggu sinyal listrik jantung. Kelainan Bawaan: Beberapa kondisi seperti sindrom Wolf Parkinson White (WPW) sering kali baru terdeteksi saat seseorang memasuki usia dewasa muda. Gangguan Hormonal: Masalah pada kelenjar tiroid, baik hipertiroidisme maupun hipotiroidisme, memiliki dampak langsung pada kecepatan detak jantung. Gaya Hidup Modern: Kurang tidur kronis, stres berlebih, konsumsi kafein yang tidak terkontrol, serta kebiasaan merokok dan alkohol menjadi pemicu utama di lingkungan perkotaan. Gejala yang Sering Disepelekan Bahaya utama dari aritmia adalah gejalanya yang sering dianggap ringan. Banyak anak muda merasa mudah lelah, pusing, atau dada terasa berdebar kencang saat sedang santai, namun menganggapnya hanya karena kelelahan biasa. Padahal, jika tidak ditangani melalui pemeriksaan seperti EKG, aritmia bisa meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius di masa depan. Langkah Pencegahan Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Membatasi konsumsi kafein, mengelola stres dengan baik, serta memastikan waktu tidur yang cukup adalah langkah awal yang krusial. Selain itu, rutin melakukan pemeriksaan jantung sejak dini sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Dengan bantuan teknologi medis terkini, seperti pemantauan kesehatan melalui aplikasi atau pusat layanan vaskular modern, deteksi dini aritmia kini menjadi jauh lebih mudah dan akurat bagi generasi muda. Baca Juga:  Jangan Panik Dulu, Dokter RSUD Pontianak Jelaskan Perbedaan Nyeri Dada Otot dan Gejala Jantung Koroner (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK