faktakalbar

Sering Berpindah Tanggal, Ini Alasan Kenapa Waktu Jumat Agung Selalu Berubah Setiap Tahun

Penulis: Redaksi Friday, 03 April 2026 📖 2 menit
Sering Berpindah Tanggal, Ini Alasan Kenapa Waktu Jumat Agung Selalu Berubah Setiap Tahun
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Berbeda dengan perayaan Natal yang selalu jatuh pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya, peringatan Jumat Agung dan Paskah selalu berubah-ubah tanggalnya. Fenomena ini sering kali membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa hari suci umat Kristiani ini tidak memiliki tanggal yang tetap dalam kalender masehi. Penentuan tanggal Jumat Agung sebenarnya mengikuti perhitungan kuno yang sangat spesifik dan melibatkan pengamatan fenomena alam. Berikut adalah penjelasan ilmiah dan historis di balik tanggal Jumat Agung yang selalu berpindah: Baca Juga:  Tetap Sukacita, Ini 5 Hal Bermakna yang Bisa Kamu Lakukan Saat Paskah dan Jauh dari Keluarga 1. Mengikuti Kalender Bulan ( Lunar Calendar ) Dasar utama penentuan Paskah dan Jumat Agung bukanlah kalender matahari yang kita gunakan sehari-hari, melainkan kalender bulan. Tradisi ini berakar dari hari raya Paskah Yahudi ( Passover ) yang menggunakan perhitungan fase bulan. Karena siklus bulan tidak sama persis dengan siklus matahari, maka tanggalnya pun akan bergeser setiap tahun dalam kalender masehi. 2. Aturan Vernal Equinox Secara historis, Gereja telah menetapkan aturan bahwa Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah vernal equinox . Vernal equinox adalah momen ketika matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa, yang biasanya jatuh pada tanggal 21 Maret. Jumat Agung kemudian ditarik mundur dua hari sebelum hari Minggu Paskah tersebut. 3. Keputusan Konsili Nicea Pada tahun 325 Masehi, para pemimpin Gereja berkumpul dalam Konsili Nicea untuk menyeragamkan waktu perayaan Paskah di seluruh dunia. Mereka memutuskan agar Paskah tidak lagi bergantung pada kalender Yahudi secara langsung, melainkan menggunakan perhitungan astronomi sendiri agar seluruh umat Kristiani bisa merayakannya secara serentak di hari Minggu. 4. Rentang Waktu Maret hingga April Karena perpaduan antara hitungan ekuinoks dan fase bulan purnama ini, Jumat Agung selalu jatuh di antara tanggal 20 Maret hingga 23 April. Variasi ini memastikan bahwa peringatan wafat dan kebangkitan Yesus Kristus selalu terjadi di musim semi (untuk belahan bumi utara), yang secara simbolis melambangkan kehidupan baru. 5. Perbedaan Kalender Gregorian dan Julian Perubahan tanggal ini juga dipengaruhi oleh penggunaan kalender yang berbeda. Sebagian besar gereja Barat menggunakan kalender Gregorian, sementara beberapa gereja Timur (Ortodoks) masih menggunakan kalender Julian. Hal inilah yang terkadang menyebabkan perbedaan waktu perayaan Paskah di berbagai belahan dunia, meskipun dasar perhitungannya tetap merujuk pada fenomena astronomi yang sama. Baca Juga:  Bukan Sekadar Hiasan, Ini Alasan Kenapa Paskah Identik dengan Kelinci dan Telur (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK