faktakalbar

Sering Dianggap Hama, Sebenarnya Apa Fungsi Tikus di Dunia?

Penulis: Redaksi Saturday, 28 February 2026 📖 2 menit
Sering Dianggap Hama, Sebenarnya Apa Fungsi Tikus di Dunia?
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Kehadiran tikus di dalam rumah atau lingkungan pemukiman selalu memicu kekesalan. Hewan pengerat ini identik dengan kotoran, perusak barang, dan pembawa penyakit. Melihat dampak buruknya bagi manusia, pertanyaan yang sering muncul adalah: apa sebenarnya fungsi tikus di dunia dan mengapa alam menciptakannya? Meski berstatus sebagai hama di lingkungan perkotaan, tikus memiliki peran yang sangat vital dalam keseimbangan ekosistem global. Baca Juga:  Sasar Jalur Tikus Entikong, Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Daging Babi dan Kerbau Berikut adalah fungsi utama tikus di dunia yang jarang disadari: 1. Fondasi Rantai Makanan ( Food Chain ) Fungsi ekologis terbesar tikus adalah sebagai mangsa. Di alam liar, hewan ini berada di tingkat bawah rantai makanan dan menjadi sumber protein utama bagi berbagai predator karnivora, seperti ular, burung hantu, elang, musang, hingga kucing liar. Tingkat reproduksi tikus yang sangat cepat dirancang oleh alam agar populasi predator penyeimbang ini tetap bertahan hidup. Tanpa tikus, banyak spesies predator yang akan terancam punah. 2. Pahlawan Dunia Medis dan Ilmu Pengetahuan Suka tidak suka, perkembangan dunia medis manusia sangat berutang budi pada tikus. Tikus laboratorium (seperti spesies Mus musculus atau Rattus norvegicus ) memiliki kemiripan sistem genetik, anatomi, dan fisiologi yang sangat dekat dengan manusia. Hampir semua pengujian vaksin, obat-obatan baru, hingga penelitian penyakit berbahaya seperti kanker dan Alzheimer selalu melibatkan tikus sebelum diuji coba ke manusia. 3. Agen Regenerasi Hutan Tikus liar di alam bebas berperan sebagai agen penyebar biji-bijian ( seed dispersal ). Mereka memiliki kebiasaan mengumpulkan dan mengubur biji atau kacang-kacangan sebagai cadangan makanan di berbagai tempat. Sering kali, tikus lupa atau mati sebelum sempat memakan cadangan tersebut. Biji yang terkubur itu pada akhirnya tumbuh menjadi tunas pohon baru yang membantu proses penghijauan atau regenerasi hutan secara alami. 4. Pembersih Lingkungan Alami ( Scavenger ) Sebagai hewan pemakan segala (omnivora), tikus di alam liar berfungsi sebagai pembersih lingkungan. Mereka memakan sisa-sisa tumbuhan busuk, buah yang jatuh, hingga bangkai hewan kecil. Aktivitas memakan sisa organik ini mempercepat proses dekomposisi atau penguraian, yang pada akhirnya mengembalikan nutrisi penting kembali ke dalam tanah. Masalah dengan tikus sebenarnya hanya terjadi ketika hewan ini bermigrasi dari habitat aslinya ke pemukiman manusia akibat urbanisasi dan tumpukan sampah. Di luar lingkungan manusia, tikus adalah roda penggerak ekosistem yang menjaga alam liar tetap berfungsi dan menjadi bagian krusial dalam kemajuan sains kesehatan. Baca Juga:  Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK