faktakalbar

Sering Dianggap Sepele, Studi Ungkap Spons Cuci Piring Jadi Sumber Mikroplastik Masuk Tubuh

Penulis: Redaksi Saturday, 28 March 2026 📖 1 menit
Sering Dianggap Sepele, Studi Ungkap Spons Cuci Piring Jadi Sumber Mikroplastik Masuk Tubuh
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Siapa sangka benda mungil yang setiap hari kita gunakan di dapur ternyata menyimpan ancaman tersembunyi bagi kesehatan dan lingkungan. Sebuah studi terbaru dari Universitas Bonn, Jerman, mengungkapkan bahwa spons cuci piring berbahan plastik merupakan salah satu sumber utama pelepasan mikroplastik yang tanpa disadari dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Penelitian ini menyoroti bagaimana gesekan saat mencuci piring menyebabkan spons terdegradasi menjadi partikel-partikel plastik berukuran mikro yang sangat halus. Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai ancaman mikroplastik dari spons cuci piring: Baca Juga:  Pakar Medis Peringatkan Bahaya Mi Instan: Picu Mikroplastik di Usus hingga Kurang Gizi 1. Pelepasan Partikel Plastik Setiap Hari Setiap kali digunakan untuk menggosok peralatan makan, spons melepaskan sejumlah mikroplastik. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata satu orang dapat menyumbangkan sekitar 0,68 hingga 4,21 gram mikroplastik per tahun hanya dari aktivitas mencuci piring. Meski terlihat sedikit, akumulasi secara nasional sangat fantastis, misalnya di Jerman saja bisa mencapai 355 ton per tahun. 2. Risiko Gangguan Pernapasan dan Kanker Mikroplastik yang terlepas tidak hanya mencemari air, tetapi juga berisiko tersangkut di saluran pernapasan manusia. Para ahli mengaitkan paparan partikel plastik ini dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk risiko kanker serta gangguan kesuburan atau infertilitas, baik pada pria maupun wanita. 3. Ancaman bagi Ekosistem Perairan Partikel mikroplastik dari spons dapur ini mengalir bersama air limbah menuju instalasi pengolahan. Namun, tidak semua partikel dapat tersaring sempurna. Beberapa ton mikroplastik diperkirakan tetap lolos dan mencemari lingkungan perairan serta tanah, yang pada akhirnya masuk ke dalam rantai makanan manusia melalui ikan atau tanaman. 4. Alternatif yang Lebih Ramah Lingkungan Melihat besarnya dampak lingkungan, beralih ke alat pembersih yang lebih aman menjadi pilihan bijak. Masyarakat mulai disarankan untuk menggunakan spons berbahan alami seperti serat labu ( loofah ), serat kelapa, atau kain katun yang dapat terurai secara alami ( biodegradable ) untuk mengurangi jejak plastik di rumah tangga. Baca Juga:  Bahaya Mikroplastik: Riset University of California Ungkap Mempercepat Pembentukan Plak Arteri 624% (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK