faktakalbar

Sering Jadi Perdebatan, Ini Alasan Tamu Undangan Dilarang Pakai Baju Putih ke Pernikahan

Penulis: Redaksi Sunday, 29 March 2026 📖 2 menit
Sering Jadi Perdebatan, Ini Alasan Tamu Undangan Dilarang Pakai Baju Putih ke Pernikahan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Menghadiri pesta pernikahan atau kondangan di Indonesia memiliki etika tidak tertulis yang sangat dijaga oleh masyarakat. Salah satu aturan yang paling sering terdengar adalah larangan bagi tamu undangan untuk mengenakan pakaian berwarna putih. Meskipun tidak ada hukum formal yang melarang, mengenakan baju putih ke pernikahan orang lain sering kali dianggap sebagai kekeliruan mode atau fashion faux pas . Aturan ini sebenarnya bukan bertujuan untuk membatasi kebebasan bergaya, melainkan bentuk penghormatan terhadap tradisi dan sakralnya sebuah acara. Baca Juga:  Pesona Budaya! 5 Tradisi Unik Pernikahan di Kalbar yang Sarat Makna Berikut adalah beberapa alasan kenapa Indonesia secara tidak tertulis melarang tamu undangan datang menggunakan baju putih: 1. Menjaga Sorotan Utama pada Pengantin Pernikahan adalah hari istimewa bagi kedua mempelai. Di Indonesia, warna putih sering dipilih oleh pengantin wanita sebagai simbol kesucian, terutama saat prosesi akad nikah atau pemberkatan. Jika tamu undangan hadir dengan gaun atau kebaya putih yang mencolok, hal ini dikhawatirkan akan memecah perhatian tamu lain. Membiarkan pengantin menjadi satu-satunya orang yang mengenakan warna putih adalah bentuk respect agar mereka tetap menjadi pusat perhatian sepanjang acara. 2. Menghindari Kemiripan dengan Busana Mempelai Beberapa konsep pernikahan modern di Indonesia mengusung tema minimalis dengan busana pengantin yang simpel. Jika seorang tamu mengenakan pakaian putih yang terlalu elegan atau mewah, ada risiko tamu tersebut dikira sebagai mempelai wanita oleh kerabat yang tidak terlalu mengenal dekat. Hal ini tentu akan menciptakan momen canggung ( awkward moment ) bagi tamu maupun sang pemilik acara. 3. Simbolisme Warna dalam Budaya Meskipun putih adalah warna netral, dalam beberapa tradisi lokal di nusantara, warna putih memiliki makna sakral yang mendalam. Penggunaannya oleh tamu dianggap kurang pantas karena warna tersebut sudah "direservasi" untuk mereka yang sedang menjalani prosesi suci. Memilih warna lain seperti pastel, batik, atau warna earth tone dianggap lebih sopan dan menunjukkan bahwa tamu tersebut menghargai batas-batas estetika dalam sebuah perayaan. 4. Etika dalam Fotografi Pernikahan Dalam dokumentasi pernikahan, kehadiran tamu berbaju putih di sekitar pengantin yang juga berbaju putih dapat menyulitkan fotografer dalam mengatur pencahayaan atau exposure . Hasil foto bisa terlihat kurang kontras karena warna yang serupa menumpuk di satu bingkai. Dengan mengenakan warna yang berbeda, tamu justru membantu menciptakan komposisi warna yang indah dan harmonis dalam foto kenang-kenangan mempelai. Baca Juga:  Golden Tulip Wedding Showcase 2026 Suguhkan Inspirasi Pernikahan Glamour di Pontianak (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK