faktakalbar

Sering Keliru, Ini Bedanya Kemarau dan El Nino

Penulis: Redaksi Friday, 01 May 2026 📖 2 menit
Sering Keliru, Ini Bedanya Kemarau dan El Nino
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Masyarakat sering kali menganggap musim kemarau dan fenomena El Nino sebagai satu hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kemarau merupakan variabilitas iklim normal yang pasti terjadi setiap tahun akibat pengaruh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering. Sebaliknya, El Nino merupakan sebuah anomali atau penyimpangan iklim secara periodik antara tiga hingga tujuh tahun sekali yang muncul karena adanya peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur dan tengah. Baca Juga:  Menteri LH Sambangi Kubu Raya, Cek Kesiapan Hadapi Dampak Kemarau Kehadiran El Nino inilah yang biasanya memicu musim kemarau menjadi jauh lebih kering daripada kondisi normal. Waspada Dampak Buruk Kemarau yang Lebih Kering Fenomena kemarau ekstrem akibat gangguan iklim ini memaksa masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai risiko yang mengancam kehidupan sehari-hari. Penurunan volume air membuat sumber air bersih berkurang drastis sehingga menyulitkan kebutuhan rumah tangga maupun operasional pembangkit listrik tenaga air. Selain itu, udara yang kering memicu polusi udara meningkat serta memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan secara masif. Sektor pertanian juga menghadapi ancaman serius berupa risiko gagal panen akibat kekeringan yang berkepanjangan. Sisi Keuntungan di Balik Cuaca Panas Ekstrem Meskipun membawa banyak dampak negatif, kemarau yang lebih kering ternyata memberikan sejumlah peluang menguntungkan bagi sektor industri tertentu. Paparan sinar matahari yang terik justru meningkatkan kualitas dan jumlah produksi garam secara signifikan. Para petani hortikultura juga bisa mendapatkan kualitas komoditas yang lebih baik, sementara pengerjaan berbagai proyek infrastruktur berjalan lebih lancar tanpa gangguan cuaca hujan. Sektor energi terbarukan pun ikut merasakan manfaatnya melalui peningkatan produksi listrik pada instalasi tenaga surya. Langkah Persiapan Menghadapi Kekeringan Panjang Anda perlu melakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini guna meminimalisir dampak buruk dari fenomena alam ini. Bijak dalam menggunakan air serta membiasakan diri menampung air hujan menjadi kunci utama untuk menjaga cadangan air tetap tersedia. Baca Juga:  Menkes Budi Sebut Penularan DBD di Indonesia Mengikuti Pola El Nino, Satu Pasien Tularkan 6 Orang Anda juga harus menghindari aktivitas pembakaran secara sembarangan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan yang tidak terkendali. Para petani sebaiknya mulai memilih komoditas tanaman yang tahan terhadap cuaca kering dengan usia tanam yang relatif lebih pendek. Terakhir, pastikan Anda selalu menjaga kesehatan tubuh dengan mencukupi kebutuhan air minum harian serta memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari debu dan polusi. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK