Sering Merasa Sensitif atau Cengeng di Sore Hari? Ini 5 Penyebab Umumnya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Pernahkah Anda merasa baik-baik saja sepanjang pagi, namun begitu sore tiba, suasana hati (mood) tiba-tiba menurun drastis?
Anda mungkin jadi lebih mudah tersinggung, sensitif, atau bahkan cengeng tanpa alasan yang jelas.
Fenomena yang sering disebut "sindrom sore hari" ini ternyata sangat umum terjadi.
Ini bukanlah imajinasi Anda, melainkan respons gabungan dari tubuh dan pikiran terhadap aktivitas seharian.
Baca Juga:
Syahdu Menerawang: 5 Lagu Lomba Sihir yang Sempurna untuk Hujan Sore
Jika Anda sering mengalaminya, berikut adalah 5 alasan paling umum mengapa sore hari cenderung membuat kita lebih sensitif.
1. Kelelahan Fisik dan Mental
Alasan paling sederhana adalah kelelahan.
Setelah berjam-jam bekerja, berpikir, berinteraksi, dan beraktivitas fisik, baterai tubuh Anda mulai habis.
Kelelahan fisik secara langsung memengaruhi kemampuan kita mengelola emosi.
Sama seperti anak kecil yang mengantuk akan rewel, orang dewasa yang lelah juga akan lebih sensitif.
2. Penurunan Kadar Gula Darah
Istilah "
hangry
" (
hungry + angry
) sangat relevan di sini.
Waktu sore hari seringkali merupakan jeda terpanjang antara makan siang dan makan malam.
Ketika kadar gula darah (glukosa) Anda turun, otak tidak mendapatkan cukup energi.
Hasilnya? Anda jadi sulit fokus, pusing, lemas, dan yang pasti, sangat mudah marah atau sensitif.
3. Akumulasi Stres Harian
Sepanjang hari, Anda mungkin menghadapi berbagai tekanan: tenggat waktu pekerjaan, kemacetan, atau konflik kecil dengan rekan kerja.
Di pagi hari, tingkat toleransi Anda mungkin masih tinggi.
Namun di sore hari, semua stres kecil itu terakumulasi hingga memuncak.
Beban mental Anda sudah penuh, sehingga masalah kecil yang sepele pun terasa seperti masalah besar.
4. Dehidrasi Ringan
Banyak orang lupa minum air yang cukup sepanjang hari.
Saat tubuh mengalami dehidrasi ringan di sore hari, efeknya tidak hanya haus.
Dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan suasana hati yang signifikan, termasuk merasa lesu dan mudah tersinggung.
5. Pengaruh Ritme Sirkadian (Cahaya)
Tubuh kita memiliki jam biologis yang disebut ritme sirkadian.
Saat matahari mulai terbenam dan cahaya meredup, tubuh secara alami mulai memproduksi melatonin (hormon tidur) dan menurunkan produksi kortisol (hormon stres/energi).
Transisi ini secara psikologis juga bisa membuat beberapa orang merasa
melankolis
atau
reflektif
, yang sering disalahartikan sebagai kesedihan atau sensitif.
Baca Juga:
Lagi OVT Saat Hujan? Ini 5 Rekomendasi Lagu Hindia yang Bikin Hati Tenang
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.