faktakalbar

Sering Mulas Saat Grogi? Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh Anda

Penulis: Redaksi Thursday, 02 October 2025 📖 2 menit
Sering Mulas Saat Grogi? Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi Tubuh Anda
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pernahkah Anda merasakan perut tiba-tiba melilit, kandung kemih terasa penuh, atau bahkan sedikit mual beberapa saat sebelum melakukan presentasi penting, wawancara kerja, atau bahkan kencan pertama? Jika iya, Anda tidak sendirian. Reaksi fisik ini bukanlah imajinasi, melainkan sebuah respons biologis yang sangat normal dan primitif . Sensasi tidak nyaman tersebut adalah wujud nyata dari koneksi kuat antara otak dan sistem pencernaan Anda. Baca Juga:  3 Alasan Ilmiah Mengapa Menatap Laptop Terlalu Lama Bisa Memicu Mual Mari kita bedah alasan ilmiah mengapa tubuh kita bereaksi sedemikian rupa saat merasa gugup atau cemas. Pemicu Utama: Respon "Lawan atau Lari" ( Fight-or-Fligh t) Akar dari semua gejala ini adalah mekanisme pertahanan kuno yang disebut respon "lawan atau lari". Di zaman prasejarah, respon ini sangat penting untuk bertahan hidup saat nenek moyang kita berhadapan dengan ancaman nyata, seperti hewan buas. Saat otak mendeteksi sebuah "ancaman", ia akan membanjiri tubuh dengan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Masalahnya, otak modern kita tidak bisa membedakan antara ancaman singa dan ancaman presentasi di depan atasan. Bagi otak, keduanya adalah situasi stres yang mengaktifkan sistem pertahanan yang sama. 1. Alasan Perut Terasa Mulas dan Mual: Koneksi Otak-Usus Saat mode "lawan atau lari" aktif, tubuh secara cerdas mengalihkan sumber dayanya. Aliran darah dan energi yang tadinya difokuskan pada sistem pencernaan akan dialihkan secara drastis ke otot-otot besar di lengan dan kaki agar Anda siap untuk berlari atau berkelahi. Akibatnya, aktivitas di sistem pencernaan melambat secara signifikan. Perlambatan mendadak ini dapat menyebabkan otot-otot di usus berkontraksi secara tidak teratur, yang Anda rasakan sebagai mulas atau kram perut. Selain itu, karena makanan tidak dicerna dengan baik, perut bisa terasa begah dan mengirimkan sinyal tidak nyaman ke otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai rasa mual. Terkadang, tubuh bahkan mencoba "mengosongkan muatan" agar lebih ringan untuk kabur, memicu dorongan untuk buang air besar. 2. Alasan Tiba-Tiba Kebelet Buang Air Kecil Respon "lawan atau lari" juga menyebabkan ketegangan otot di seluruh tubuh, termasuk otot-otot di sekitar kandung kemih Anda. Tekanan yang meningkat pada kandung kemih ini mengirimkan sinyal darurat ke otak bahwa kandung kemih sudah "penuh" dan harus segera dikosongkan, meskipun sebenarnya belum. Inilah yang menyebabkan sensasi kebelet buang air kecil yang datang tiba-tiba dan sangat mendesak saat Anda merasa gugup. Sama seperti dorongan buang air besar, ini juga merupakan bagian dari insting tubuh untuk meringankan beban sebelum menghadapi ancaman. Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan? Meskipun ini adalah reaksi alami, Anda bisa mengelolanya. Kuncinya adalah mengirim sinyal "aman" kembali ke otak Anda. Tarik Napas Dalam: Pernapasan perut yang lambat dan dalam dapat mengaktifkan sistem saraf "istirahat dan cerna" ( rest and digest ), yang merupakan kebalikan dari "lawan atau lari". Fokus pada Saat Ini: Alihkan perhatian Anda pada lingkungan sekitar atau sensasi fisik yang netral (misalnya, telapak kaki yang menapak di lantai). Ini membantu otak menyadari bahwa tidak ada ancaman nyata. Persiapan Matang: Semakin siap Anda menghadapi situasi (misalnya dengan berlatih presentasi), semakin kecil otak menganggapnya sebagai ancaman. Baca Juga:  5 Rekomendasi Buku Terbaik untuk Mulai Memahami Feminisme (Novel dan Non-Fiksi) (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK