faktakalbar

Sering Ngiler Saat Tidur? Ini Alasan Medis dan Tanda Tubuh yang Perlu Diwaspadai

Penulis: Redaksi Thursday, 18 December 2025 📖 2 menit
Sering Ngiler Saat Tidur? Ini Alasan Medis dan Tanda Tubuh yang Perlu Diwaspadai
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pernahkah Anda bangun tidur dan mendapati bantal dalam keadaan basah karena air liur? Meski sering dianggap memalukan dan dikaitkan dengan tidur yang terlalu nyenyak, kondisi ini sebenarnya memiliki penjelasan medis. Dalam istilah kedokteran, kondisi keluar air liur berlebih saat tidur dikenal sebagai sialorrhea . Bagi sebagian besar orang, ngiler adalah respons tubuh yang wajar. Namun, pada kondisi tertentu, hal ini bisa menjadi sinyal atau tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan. Baca Juga:  Sulit Tidur? Ini 4 Kartun Menyenangkan yang Bisa Menemani Insomnia Anda Berikut adalah alasan mengapa kita sering ngiler dan kaitannya dengan kondisi tubuh. 1. Gravitasi dan Posisi Tidur Penyebab paling umum dari ngiler adalah gaya gravitasi dan posisi tidur. Saat tidur, otot-otot di seluruh tubuh, termasuk otot wajah dan mulut, akan rileks total. Jika Anda tidur dengan posisi menyamping atau tengkurap, mulut cenderung terbuka. Karena otot menelan sedang istirahat, air liur yang terakumulasi di mulut akan mengalir keluar mengikuti gravitasi. Ini jarang terjadi pada mereka yang tidur telentang. 2. Hidung Tersumbat (Alergi atau Infeksi) Salah satu alasan utama seseorang bernapas lewat mulut adalah karena saluran pernapasannya terganggu. Ketika hidung tersumbat akibat flu, pilek, atau alergi rhinitis, tubuh secara otomatis akan bernapas melalui mulut untuk mendapatkan oksigen. Kondisi mulut yang terbuka inilah yang memicu air liur keluar lebih mudah saat tidur. 3. Tanda Sleep Apnea Ngiler juga bisa menjadi indikasi gangguan tidur serius yang disebut Sleep Apnea . Ini adalah kondisi di mana napas seseorang berhenti sejenak saat tidur. Penderita sleep apnea sering mendengkur keras dan bernapas lewat mulut, yang menyebabkan produksi air liur berlebih atau mengalir keluar. Jika ngiler disertai rasa lelah luar biasa saat bangun atau sering tersedak saat tidur, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. 4. Penyakit Refluks Asam Lambung (GERD) Siapa sangka, masalah pencernaan bisa berdampak pada kebiasaan tidur. Penderita GERD ( Gastroesophageal Reflux Disease ) sering mengalami kesulitan menelan atau merasa ada yang mengganjal di tenggorokan. Sebagai respons terhadap asam lambung yang naik ke kerongkongan, tubuh memproduksi air liur lebih banyak (hipersalivasi) untuk menetralisir asam tersebut, yang akhirnya menyebabkan ngiler saat tidur. 5. Efek Samping Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan memiliki efek samping meningkatkan produksi air liur. Obat untuk gangguan psikiatri, obat Alzheimer, atau beberapa jenis antibiotik tertentu dapat memicu kelenjar ludah bekerja lebih aktif dari biasanya. Cara Mengurangi Kebiasaan Ngiler Jika kondisi ini dirasa mengganggu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan: Ubah Posisi Tidur: Cobalah melatih diri untuk tidur dengan posisi telentang. Gunakan bantal yang sedikit lebih tinggi atau bantal khusus leher untuk menjaga posisi kepala agar mulut tetap tertutup. Jaga Kebersihan Hidung: Jika penyebabnya adalah hidung tersumbat, gunakan obat tetes hidung atau inhaler aroma terapi sebelum tidur untuk melancarkan pernapasan. Cukup Minum Air: Dehidrasi terkadang membuat produksi air liur menjadi lebih kental dan menumpuk. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Kesimpulannya, ngiler sesekali adalah hal yang manusiawi. Namun, jika terjadi perubahan drastis, air liur berbau sangat tidak sedap, atau disertai gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan tidak ada gangguan medis yang serius. Baca Juga:  Jangan Merasa Bersalah, Ini Manfaat Bangun Siang bagi Kesehatan dan Kreativitas (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK