Sering Pelupa di Usia Muda? Ini 5 Tips Ampuh Antisipasi Demensia Dini
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Sering lupa menaruh kunci motor, mendadak
blank
saat berbicara, atau kesulitan mengingat nama teman yang baru dikenal?
Hati-hati, jangan selalu menganggap remeh kebiasaan lupa ini.
Penurunan fungsi
kognitif
otak kini tidak hanya mengintai kaum lanjut usia (lansia), tetapi juga mengancam kelompok usia produktif yang kerap dikenal dengan sebutan
early-onset dementia
atau
demensia
dini.
Banyak yang menyangka "dimensi" atau demensia dini adalah hal yang wajar karena kelelahan semata.
Baca Juga:
Lupa Taruh Kunci vs Lupa Fungsi Kunci: Kenali Beda Pikun Wajar dan Gejala Demensia
Padahal, gaya hidup modern yang serba instan memiliki peran besar dalam memicu kerusakan sel otak lebih cepat.
Untuk menjaga ingatan tetap tajam dan otak tetap sehat, berikut adalah 5 tips mengantisipasi demensia dini:
1. Rutin Melatih Otak (
Brain Gym
)
Otak ibarat otot yang akan melemah jika jarang digunakan.
Jangan biarkan otak Anda "berkarat" karena rutinitas yang monoton.
Latihlah otak Anda dengan aktivitas yang menantang pikiran, seperti membaca buku, mengisi teka-teki silang, bermain catur, atau belajar bahasa dan keterampilan baru.
Hal ini akan merangsang
neuroplasticity
atau kemampuan otak untuk membentuk koneksi saraf baru.
2. Aktif Bergerak dan Berolahraga
Gaya hidup
sedentary
atau terlalu banyak duduk sangat berbahaya bagi kesehatan saraf.
Rutin berolahraga seperti
jogging
, berenang, atau bersepeda minimal 30 menit sehari dapat melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk otak.
Aliran darah yang lancar akan memastikan otak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk mencegah kerusakan sel.
3. Perhatikan Pola Makan dan Asupan Gizi
Apa yang Anda makan sangat memengaruhi fungsi otak.
Hindari terlalu sering mengonsumsi
junk food
atau makanan tinggi gula yang dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan asam lemak Omega-3 seperti ikan laut, kacang-kacangan, serta buah dan sayur yang mengandung antioksidan tinggi.
Pola makan sehat akan melindungi sel-sel otak dari radikal bebas.
4. Kelola Stres dan Perbaiki Kualitas Tidur
Stres kronis memicu produksi hormon kortisol berlebih yang dapat merusak pusat memori di otak.
Selain itu, kebiasaan begadang juga sangat merugikan.
Saat Anda masuk ke fase
deep sleep
atau tidur nyenyak, otak melakukan proses pembersihan racun-racun yang menumpuk sepanjang hari.
Pastikan Anda tidur cukup 7 hingga 8 jam setiap malam dan luangkan waktu untuk relaksasi.
5. Tetap Aktif Bersosialisasi
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terisolasi secara sosial memiliki risiko lebih tinggi terkena demensia.
Jangan terlalu asyik dengan gawai atau
gadget
Anda.
Luangkan waktu untuk mengobrol secara tatap muka dengan keluarga, berkumpul dengan teman, atau bergabung dengan komunitas yang memiliki minat serupa.
Interaksi sosial yang positif sangat efektif menstimulasi kerja otak dan menjaga kesehatan mental.
Jangan tunggu sampai usia tua untuk mulai peduli.
Mencegah demensia dini harus dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang Anda bangun hari ini.
Baca Juga:
Tingkatkan Resiko Demensia, Ini Bahaya Stres bagi Otak
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.