Sering Terjadi Tapi Dianggap Normal, Kenali 5 Jenis Bullying Terselubung di Kampus
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kehidupan kampus sering kali dianggap sebagai masa
transisi
menuju kedewasaan, penuh dengan dinamika akademik dan sosial.
Namun, di balik itu, ada sisi gelap yang jarang dibicarakan secara terbuka, yaitu
perundungan
atau
bullying
.
Berbeda dengan gambaran
bullying
di sekolah, perundungan di tingkat perguruan tinggi sering kali lebih halus, terselubung, dan sulit diidentifikasi.
Banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban atau bahkan pelaku
bullying
, karena tindakannya terbungkus dalam kedok "bercanda", "tradisi senioritas", atau "persaingan akademik".
Baca Juga:
Buntut Kasus Bunuh Diri, Unud Sanksi Mahasiswa Pelaku Perundungan
Mengenali bentuk-bentuk perundungan ini adalah langkah pertama untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan sehat.
Berikut adalah lima jenis
bullying
di kampus yang sering kali tidak disadari:
1. Pengucilan Sosial (
Social Ostracism
)
Ini adalah bentuk perundungan pasif yang paling umum.
Pengucilan sosial terjadi ketika seorang mahasiswa atau sekelompok mahasiswa secara sengaja mengisolasi individu lain dari kegiatan kelompok.
Contohnya sangat beragam, mulai dari tidak pernah diajak bergabung dalam kelompok tugas, ditinggalkan saat diskusi, hingga tidak diundang dalam acara angkatan atau jurusan tanpa alasan yang jelas.
Pelaku sering kali beralasan "lupa" atau "merasa tidak cocok", padahal tindakan ini secara perlahan merusak kepercayaan diri dan kesehatan mental korban.
2. Perundungan Siber (Cyberbullying)
Di era digital, perundungan tidak lagi terbatas pada interaksi tatap muka.
Cyberbullying
di kalangan mahasiswa bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti menyebarkan gosip atau informasi pribadi yang memalukan di grup WhatsApp, membuat unggahan sindiran di media sosial, hingga memberikan komentar negatif secara terus-menerus pada akun seseorang.
Karena terjadi di dunia maya, pelaku sering merasa lebih berani dan dampaknya bisa menyebar lebih cepat dan luas, meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.
3. Intimidasi Akademik
Persaingan di dunia akademik bisa menjadi sangat ketat, dan terkadang hal ini membuka celah untuk intimidasi.
Bentuknya bisa berupa meremehkan pendapat seseorang dalam diskusi kelas, sengaja menyembunyikan informasi atau materi penting dari teman, hingga mengkritik kemampuan intelektual seseorang dengan bahasa yang merendahkan.
Korban sering kali merasa bodoh, tidak kompeten, dan akhirnya kehilangan motivasi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar.
4.Eksploitasi Finansial dan Materi
Perundungan jenis ini memanfaatkan kondisi finansial atau kepemilikan barang seseorang.
Contohnya adalah sering "meminjam" uang tanpa niat mengembalikan, memaksa teman untuk selalu mentraktir dengan alasan senioritas atau pertemanan, atau menggunakan fasilitas milik teman (seperti laptop atau kendaraan) secara berlebihan tanpa izin atau rasa tanggung jawab.
Tindakan ini sering dianggap sebagai hal sepele, padahal merupakan bentuk eksploitasi yang merugikan.
5. Manipulasi Psikologis (Gaslighting)
Ini adalah bentuk perundungan yang paling berbahaya karena menyerang persepsi korban terhadap realitas.
Pelaku
gaslighting
akan memutarbalikkan fakta, menyangkal kejadian yang telah terjadi, atau meyakinkan korban bahwa reaksinya berlebihan.
Kalimat seperti "Kamu terlalu sensitif," atau "Itu cuma bercanda, jangan dibawa perasaan," adalah senjata utama mereka.
Akibatnya, korban mulai meragukan kewarasan dan ingatannya sendiri, merasa cemas, dan semakin bergantung pada pelaku.
Menyadari keberadaan berbagai jenis perundungan ini adalah kewajiban bersama seluruh civitas academica.
Jika Anda melihat atau mengalaminya, jangan ragu untuk berbicara kepada teman yang dipercaya, dosen, atau layanan konseling mahasiswa yang tersedia di kampus.
Memutus rantai perundungan dimulai dari kepedulian dan keberanian untuk bertindak.
Baca Juga:
Pemberitahuan Resmi Universitas Udayana Terkait Penanganan Insiden Mahasiswa FISIP
(*Mira)
Tag:
#bullying di kampus
#kesehatan mental mahasiswa
#stop perundungan
#kehidupan kampus
#perundungan siber
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.