faktakalbar

Sering Tidak Disadari, Ini Alasan Medis Kenapa Saat Stres Rambut Kamu Mudah Rontok

Penulis: Redaksi Tuesday, 31 March 2026 📖 2 menit
Sering Tidak Disadari, Ini Alasan Medis Kenapa Saat Stres Rambut Kamu Mudah Rontok
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pernahkah Anda mendapati helai rambut yang tertinggal di sisir atau lantai kamar mandi dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya saat sedang menghadapi tekanan pekerjaan atau masalah personal ? Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Secara biologis dan psikologis, ada keterkaitan erat antara kondisi kesehatan mental dengan kesehatan akar rambut kita. Stres yang berkepanjangan dapat memicu perubahan hormon yang signifikan dalam tubuh, yang pada akhirnya memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Berikut adalah alasan medis dan psikologis mengapa stres bisa menyebabkan rambut rontok: Baca Juga:  Sering Terjadi, Ini Alasan Psikologis Kenapa Perempuan Ubah Gaya Rambut Saat Stres atau Sedih 1. Kondisi Telogen Effluvium Ini adalah penyebab paling umum dari kerontokan rambut akibat stres. Secara normal, rambut manusia memiliki siklus tumbuh ( anagen ) dan istirahat ( telogen ). Saat tubuh mengalami stres berat, secara mendadak sejumlah besar folikel rambut dipaksa masuk ke fase istirahat atau fase rontok lebih cepat dari jadwal seharusnya. Akibatnya, beberapa bulan setelah kejadian yang memicu stres, rambut akan rontok secara massal saat disisir atau keramas. 2. Lonjakan Hormon Kortisol Saat kita merasa tertekan, tubuh melepaskan hormon kortisol yang sering disebut sebagai hormon stres. Kadar kortisol yang tinggi secara terus-menerus dapat menghambat fungsi folikel rambut dan mengganggu produksi protein penting seperti keratin yang dibutuhkan untuk kekuatan batang rambut. Hal ini membuat rambut menjadi lebih rapuh, kusam, dan mudah patah dari akarnya. 3. Gangguan Penyerapan Nutrisi Stres sering kali memengaruhi pola makan dan sistem pencernaan seseorang. Saat dalam kondisi tertekan, tubuh cenderung memprioritaskan energi untuk organ-organ vital seperti jantung dan otak, sehingga asupan nutrisi untuk bagian tubuh "non-vital" seperti rambut menjadi terabaikan. Kurangnya asupan vitamin dan mineral esensial selama periode stres inilah yang memperburuk kondisi kerontokan. 4. Peradangan pada Kulit Kepala Stres dapat memicu reaksi peradangan ( inflammation ) di seluruh tubuh, termasuk pada kulit kepala. Peradangan ini dapat merusak folikel rambut dan memperpendek masa hidup helai rambut. Selain itu, stres juga sering kali memicu masalah kulit kepala lainnya seperti ketombe atau dermatitis seboroik yang secara tidak langsung menyebabkan rambut lebih mudah rontok. 5. Kebiasaan Buruk Akibat Cemas Secara psikologis, stres juga bisa memicu kebiasaan tanpa sadar yang merusak rambut. Beberapa orang mungkin cenderung menarik-narik rambut ( trichotillomania ) saat merasa cemas atau menggosok kulit kepala secara kasar. Tindakan fisik ini secara perlahan akan melemahkan cengkeraman akar rambut dan menyebabkan kebotakan di area tertentu. Baca Juga:  Rahasia Rambut Sehat, Ini 5 Buah-buahan yang Wajib Masuk Rutinitas Haircare Anda (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK