faktakalbar

Sertijab Kajari Pontianak, Edi Kamtono Tekankan Pentingnya Kolaborasi Tangani Aset

Penulis: Redaksi Wednesday, 29 October 2025 📖 2 menit
Sertijab Kajari Pontianak, Edi Kamtono Tekankan Pentingnya Kolaborasi Tangani Aset
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Pontianak yang lama, Aluwi. Apresiasi ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi Aluwi selama bertugas di Kota Pontianak . Acara pisah sambut ini juga sekaligus menyambut Kajari Pontianak yang baru, Agus Eko Pramono. Baca Juga: Jaksa Agung: Kajari yang ‘Adem Ayem’ di Sarang Koruptor Akan Saya Tindak Edi Kamtono menilai, kerja sama antara Pemkot Pontianak dan kejaksaan selama ini telah berjalan dengan baik dan sangat harmonis. Hal itu disampaikannya usai acara pisah sambut di Aula Sasana Bhakti Adhyaksa Kejari Pontianak, Selasa (28/10/2025). “Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Aluwi yang telah banyak berkiprah dan berperan menjaga kondusivitas kota. Semoga di tempat tugas yang baru, beliau semakin sukses dan selalu dalam lindungan Allah,” ujar Edi, didampingi Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan. Dalam kesempatan yang sama, Edi Kamtono menyampaikan selamat datang kepada Agus Eko Pramono beserta istri. Baca Juga: Jaksa Agung Lantik 34 Pejabat Baru, Harli Siregar Pimpin Kejati Sumut Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus terjalin erat demi kemajuan dan kenyamanan masyarakat Pontianak. “Selamat datang dan selamat bertugas di Kota Pontianak, Bapak Agus Eko Pramono. Semoga betah di kota yang kulinernya enak-enak ini dan segera bisa beradaptasi dengan lingkungan yang hangat dan bersahabat,” katanya. Wali Kota Edi Kamtono juga memperkenalkan sekilas kondisi Kota Pontianak kepada Kajari Pontianak yang baru. Ia menjelaskan, Pontianak adalah kota yang beragam dengan sekitar 700 ribu penduduk. “Pontianak adalah kota yang harmonis dan religius. Di sini ada lebih dari 300 masjid, ratusan musala, gereja, klenteng, dan vihara yang berdampingan dengan damai,” ungkapnya. Di balik keharmonisan itu, Edi menyinggung sejumlah persoalan yang masih dihadapi kota, seperti sengketa lahan dan aset. Menurutnya, masalah ini memerlukan kolaborasi antarlembaga, termasuk dengan kejaksaan sebagai pengacara negara. “Permasalahan sengketa lahan kadang bisa memicu konflik karena masing-masing pihak merasa paling benar. Ini yang perlu kita edukasi bersama. Saya yakin dengan sinergi yang baik, persoalan-persoalan ini bisa kita tangani secara bijak,” ujarnya. Acara pisah sambut ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan, dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat Pemkot Pontianak, serta perwakilan instansi vertikal. Baca Juga: Jejak Sangar Kajati Kalbar Baru Emilwan Ridwan: Pembongkar Korupsi Mafia Tanah “Pak Aluwi tidak jauh-jauh, masih sering ke Pontianak untuk urusan tugas. Kalau ke sini lagi, kopinya sudah kami siapkan,” tutup Edi berkelakar. (*Red/Kominfo)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK