"She Used To Be Mine": Lagu untuk Kamu yang Lelah Pura-Pura Kuat Sendirian
Faktakalbar.id, LIFESTYLE –
"She is messy, but she’s kind. She is lonely most of the time."
Jika penggalan lirik dari lagu
"She Used To Be Mine"
karya Sara Bareilles
ini membuat dadamu terasa sesak, kamu tidak sendirian.
Lagu yang berasal dari musikal
Waitress
ini telah menjadi "lagu kebangsaan" bagi banyak perempuan yang tampak tangguh di luar, namun diam-diam merindukan diri mereka yang dulu sebelum dunia menuntut mereka untuk menjadi dewasa dan sempurna.
Lagu ini bukan sekadar melodi sedih, melainkan sebuah cermin bagi perempuan yang terbiasa menangani segala hal sendirian.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Hiburan, Ini 5 Film Bertema Feminisme yang Ampuh Membuka Mata dan Menginspirasi
Berikut adalah alasan mengapa lagu ini begitu menyentuh hati mereka yang selalu berusaha terlihat "baik-baik saja".
1. Topeng "Aku Bisa Mengatasinya Sendiri"
Dalam lagu ini, sosok "dia" digambarkan sebagai perempuan yang
hard on herself
(keras pada dirinya sendiri).
Ini sangat relevan dengan banyak perempuan masa kini yang terjebak dalam ekspektasi untuk menjadi
superwoman
.
Baik sebagai wanita karir, ibu, istri, atau anak perempuan, ada tekanan tak kasat mata yang mengharuskan perempuan untuk bisa
multitasking
dan menyelesaikan semua masalah tanpa mengeluh.
Lagu ini memvalidasi rasa lelah di balik kalimat andalan: "Tenang, biar aku saja yang urus."
2. Kehilangan Identitas di Tengah Tanggung Jawab
Bagian
chorus
yang berulang kali menyerukan
"I want her back"
menggambarkan kerinduan akan diri sendiri di masa lalu.
Bukan karena ingin lari dari tanggung jawab, tetapi rindu pada masa di mana hidup terasa lebih ringan, naif, dan bebas.
Banyak perempuan merasa kehilangan jati diri (
loss of self
) karena terlalu sibuk memenuhi kebutuhan orang lain, sehingga lupa siapa mereka sebenarnya di luar peran-peran sosial tersebut.
3. Menerima Ketidaksempurnaan Diri
Bagian paling kuat dari lagu ini adalah penerimaan bahwa perempuan itu kompleks.
"She is broken but she’s fun."
Perempuan tidak harus selalu rapi, teratur, dan kuat.
Lagu ini mengingatkan bahwa boleh saja menjadi "berantakan" (
messy
), boleh merasa hancur, dan boleh merasa tidak cukup.
Justru di dalam ketidaksempurnaan itulah letak kekuatan seorang perempuan yang sesungguhnya.
4. Validasi Bahwa Kamu Berharga
Lagu ini ditutup dengan kesadaran bahwa meski perempuan tersebut telah berubah dan ditempa oleh kerasnya kehidupan, dia tetaplah sosok yang berharga.
Bagi kamu yang selalu merasa harus menjadi
penopang
bagi orang lain, lagu ini adalah pelukan hangat yang mengatakan: tidak apa-apa untuk melepaskan beban itu sejenak.
Kamu tetap hebat, dengan atau tanpa topeng "kuat" itu.
Baca Juga:
4 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Kesepian Menyerang, Selain Main Medsos
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.