faktakalbar

Singgung IPM Kalbar, Ria Norsan: Urutan Terendah di Kalimantan

Penulis: Redaksi Thursday, 24 October 2024 📖 1 menit
Singgung IPM Kalbar, Ria Norsan: Urutan Terendah di Kalimantan
PONTIANAK - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi hidangan utama yang dibahas dalam debat publik pertama calon gubernur dan wakil gubernur. Pasangan calon saling beradu argumen mengenai peningkatan IPM Kalbar yang masih berada di peringkat 30an di nasional. Calon Gubernur Nomor Urut 2, Ria Norsan menyampaikan bahwa keberhasilan seorang pemimpin adalah dari tingkat IPM yang didapatkan sebuah daerah. Hal ini mengingat bahwa dalam debat, Calon Gubernur Nomor Urut 1, Sutarmidji menyampaikan bahwa prestasi yang diraih dirinya dalam masa jabatan sebelum adalah bukti kepemimpinannya yang berhasil. “Saya perlu ingatkan kepada masyarakat bahwa ukuran keberhasilan suatu pemimpin itu adalah IPM. Itu ukuran suatu keberhasilan, apapun penghargaan yang kita terima itu adalah penghargaan karena kinerja staff kita bagus. Ukuran sebenarnya adalah dari IPM,” ucapnya dalam konferensi pers usai debat, Rabu (23/10/2024), malam. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Kalbar berada pada peringkat 34 secara nasional dan terbawah atau peringkat 5 di Kalimantan. “IPM kita sekarang berada pada di peringkat 34 secara nasional dari 38 provinsi dan urutan terakhir, urutan kelima untuk Kalimantan. Kita berada di 70,47. Jadi, kita paling rendah di Kalimantan ini,” jelasnya. Kembali ia menegaskan, keberhasilan pemimpin adalah dengan melihat Indeks Pembangunan Manusia “Saya sampaikan sekali lagi, keberhasilan seorang pemimpin itu diukur peningkatan IPM nya. Kalau penghargaan dan sebagainya, itu hasil kerja staff kita. Dapatlah penghargaan A, penghargaan B. Tapi IPM lah indikator untuk menilai berhasil tidaknya pembangunan di Kalimantan Barat,” tutupnya. (mro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK