Situasi Memanas, Ratusan Pekerja Tambang Bengkayang Ancam 'Kepung' Polres Besok
Faktakalbar.id, BENGKAYANG –
Konflik pertambangan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kembali memanas.
Sebagai buntut dari Operasi Penambangan Emas Tanpa Izin (
PETI
) Kapuas 2025, ratusan pekerja tambang dari Kecamatan Ledo dan sekitarnya berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Markas
Polres Bengkayang
pada Rabu, (27/8/2025).
Baca Juga:
Penertiban PETI di Bengkayang: Telinga Aparat Digigit, Mobil Dirusak, Hingga Dipaksa Sumpah Makan Beras Kuning oleh Pekerja Emas
Aksi ini merupakan eskalasi perlawanan dan bentuk solidaritas para penambang.
Pemicunya adalah insiden di Sekayok beberapa waktu lalu, di mana aparat keamanan berhasil dipukul mundur oleh massa.
Peristiwa tersebut terbukti menyulut semangat perlawanan yang lebih luas di kalangan para pekerja tambang rakyat.
Kini, para Pekerja Tambang Bengkayang merasa perjuangan mereka harus dibawa langsung ke pusat pemerintahan dan penegakan hukum di kabupaten tersebut untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Kemarahan para pekerja tergambar jelas dari pernyataan salah seorang pemuda yang ikut serta dalam persiapan aksi.
Baca Juga:
Operasi Penertiban PETI di Bengkayang Diduga Bocor, Penambang Sempat Hentikan Aktivitas
Ia menyuarakan rasa ketidakadilan yang selama ini mereka rasakan, menuding bahwa penegakan hukum hanya tajam ke bawah.
“Enak saja mereka bilang kami perusak lingkungan! Yang besar-besar itu, yang punya bos, aman-aman saja! Kenapa cuma kami yang dikejar-kejar? Macam jak mereka di situ ndak ada yang main, buatkan lah aturan mainnya jangan kami dijadikan korban untuk difoto dipermalukan,” ujarnya dengan nada tinggi, Selasa (26/8/2025).
Ia menegaskan bahwa aksi yang akan digelar besok adalah langkah perlawanan yang tak terhindarkan.
Menurutnya, insiden di Sekayok menjadi pelajaran berharga bahwa diam hanya akan membuat mereka semakin tertindas.
“Kemarin di Sekayok itu bukti, kalau kami diam saja kami diinjak. Besok kami datang ke 'kandang'-nya (Markas Polres) langsung, biar mereka dengar langsung!” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, mobilisasi massa Pekerja Tambang Bengkayang sedang berlangsung secara masif.
Sejumlah kendaraan truk dan pikap telah disiapkan di berbagai titik kumpul.
Baca Juga:
Satu Lanting Jek Dibakar dalam Operasi Penertiban Tambang Ilegal di Kapuas Hulu
Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mengangkut para pekerja dari desa-desa di sepanjang aliran sungai menuju pusat kota Bengkayang, lokasi Markas Polres berada. Situasi diperkirakan akan memanas menjelang aksi unjuk rasa esok hari.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.