faktakalbar

Situs Informasi Pemantauan Pelaporan Jalan dan Jembatan Mempawah Sulit Diakses Usai KPK Geledah Dinas PUPR

Penulis: Redaksi Monday, 28 April 2025 📖 1 menit
Situs Informasi Pemantauan Pelaporan Jalan dan Jembatan Mempawah Sulit Diakses Usai KPK Geledah Dinas PUPR
FaktaKalbar.id, MEMPAWAH – Situs resmi SIMPELJAK (Sistem Informasi Pemantauan Pelaporan Jalan dan Jembatan Kabupaten) yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mempawah mendadak sulit diakses publik. Kondisi ini terjadi pascapenggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (27/4/2025). Baca Juga: KPK Kerahkan Puluhan Petugas Geledah Kantor Dinas PUPR Mempawah SIMPELJAK yang seharusnya menjadi media keterbukaan informasi proyek jalan dan jembatan di Mempawah, dinilai tidak transparan sejak awal. Dalam aplikasi ini, hanya tercantum jabatan-jabatan struktural tanpa menyebutkan nama dan foto pejabat yang bertanggung jawab. Situasi ini menimbulkan kecurigaan di tengah upaya KPK mengungkap dugaan korupsi dalam proyek-proyek Bina Marga yang tengah diselidiki. "Sudah lama datanya tidak lengkap, sekarang malah tidak bisa diakses. Seolah ingin menghilangkan jejak," Ujar Sandi warga Kabupaten Mempawah. Selain sulit diakses, minimnya transparansi struktur pejabat di Dinas PUPR juga dipertanyakan. Masyarakat juga meminta agar pemerintah daerah segera membuka kembali aplikasi SIMPELJAK secara utuh, termasuk memuat informasi nama pejabat yang bertanggung jawab dalam pengelolaan proyek jalan dan jembatan. "Kalau mau bersih, buka saja semuanya. Masyarakat berhak tahu siapa yang mengelola uang negara, selama ini bahkan masyarakat pun gak tau kalau ade bende (situs web SIMPLEJAK), mane name dan tampilan webnye alay/jelek gak ada informasi ape-ape lagi, cobe cek biaya pembuatan situsnya juga tuh sekalian" tutup Sandi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Mempawah terkait sulitnya akses aplikasi SIMPELJAK pascapenggeledahan KPK. (Dhn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK