Solusi Wi-Fi Rumah Praktis Bisa Dibawa Mudik Lebaran
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kebutuhan akan koneksi
internet
stabil meningkat menjelang tradisi
mudik
Hari Raya
Idulfitri
1447 Hijriah. Masyarakat seringkali mengeluhkan sinyal seluler yang tidak merata di kampung halaman.
Penggunaan fitur
tethering
pada ponsel juga sering mengakibatkan perangkat cepat panas dan menguras daya baterai secara drastis.
Sebagai solusi, masyarakat kini dapat membawa perangkat internet rumah berbasis
Fixed Wireless Access
(FWA) ke kampung halaman.
Baca Juga:
Sukseskan Ramadan Fair dan Cap Go Meh Singkawang, Pemkot Pasang Free WiFi Singkawang di 3 Titik Strategis
Teknologi ini menawarkan kemudahan akses Wi-Fi tanpa memerlukan instalasi kabel fiber optik atau bantuan teknisi. Pengguna hanya perlu menyambungkan perangkat ke stopkontak listrik untuk mendapatkan sinyal internet di dalam ruangan.
Indosat HiFi Air untuk Kebutuhan Portabel
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menghadirkan perangkat HiFi Air yang mendukung mobilitas penggunanya.
Perangkat ini tersedia dalam dua varian utama, yaitu 4G dan 5G. Bilal Kazmi selaku
Director and Chief Commercial Officer
IOH menjelaskan bahwa produk ini bertujuan mempermudah keluarga Indonesia menikmati koneksi berkualitas di mana pun mereka berada.
Varian 4G menyasar pengguna dengan kebutuhan standar, sementara varian 5G mengusung teknologi Wi-Fi 6
Dual Band
untuk kecepatan yang lebih tinggi.
Keunggulan utama perangkat ini terletak pada kemampuannya menghubungkan 32 hingga 128 perangkat secara bersamaan, sehingga cocok untuk penggunaan keluarga besar saat berkumpul di kampung halaman.
Detail Harga dan Paket Data
Masyarakat dapat memperoleh perangkat HiFi Air 4G dengan harga mulai dari Rp399 ribu yang mencakup kuota perdana 50GB.
Untuk kebutuhan akses lebih cepat, varian 5G tersedia dengan harga Rp1,499 juta termasuk kuota 75GB.
Pihak penyedia layanan juga menyediakan opsi isi ulang kuota mulai dari Rp75 ribu dengan kapasitas hingga 1.000GB dan masa aktif mencapai satu tahun.
Keunggulan Teknologi FWA di Daerah Terpencil
Teknologi FWA memiliki peran krusial dalam pemerataan akses digital di Indonesia.
Baca Juga:
Kenali Modus Pembobolan Rekening Lewat Jaringan WiFi Publik
Berbeda dengan jaringan
Fixed Broadband
yang bergantung pada infrastruktur kabel bawah tanah, FWA memanfaatkan menara BTS untuk memancarkan sinyal secara nirkabel ke perangkat
router
.
Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa hambatan geografis seringkali menjadi kendala utama penetrasi internet kabel di daerah pelosok.
Dengan kehadiran perangkat portabel ini, pemudik yang pulang ke wilayah tanpa jalur kabel fiber tetap dapat menikmati kualitas internet yang setara dengan koneksi di perkotaan selama tersedia jangkauan sinyal seluler yang memadai.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.