Sopir Ambulans FRKP Alami Kecelakaan di Sekadau, Dirawat di RS St. Antonius
Faktakalbar.id, PONTIANAK -
Seorang sopir andal yang telah mendedikasikan dirinya selama belasan tahun untuk layanan ambulans gratis bagi masyarakat kecil di Kalimantan Barat, Mat Ali Candra, mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Manis Raya, perbatasan Sintang-Sekadau.
Pria yang akrab disapa Pak Ali ini baru saja menyelesaikan tugas kemanusiaannya, yaitu mengantar jenazah dari
RS Dr. Sudarso
ke Putussibau. Setelah beristirahat sejenak di Tepuai, ia melanjutkan perjalanan pulang.
Baca Juga:
Kronologi Lengkap Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar di Batang Tarang
Saat memasuki daerah Manis Raya, Pak Ali mencoba menyalip sebuah truk yang berjalan pelan.
Karena jalan yang sempit, mobil ambulansnya sempat keluar bahu jalan. Ia pun spontan membanting setir ke kanan, tetapi kondisi bahu jalan yang terlalu tinggi membuat ban mobil kembali ke kiri.
Saat Pak Ali membanting setir lagi ke kanan, dari arah berlawanan muncul sebuah mobil pikap yang telah dimodifikasi dengan bak kayu.
Tabrakan keras pun tak terhindarkan. Meskipun mobil pikap sudah berusaha membanting setir ke kiri, bagian depan ambulans tetap menghantam samping bak kayu pikap, tepat di belakang pintu.
Mobil pikap mengalami kerusakan pada bak belakang dan ujung pintu samping, sementara ambulans FRKP rusak parah di bagian depan sisi pengemudi.
Akibat kecelakaan ini, Pak Ali mengalami memar pada tulang rusuk kanan dan retak tulang di bagian betis kanan. Ia pun kesulitan bernapas.
Baca Juga:
Kecelakaan Maut di Jalan Perdamaian Kubu Raya, Mahasiswa Tewas Terlindas Truk Tangki
Ketua sekaligus penanggung jawab FRKP, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, segera bertindak setelah dihubungi.
"Puji Tuhan, pihak
RS St. Antonius
dengan sigap segera melakukan tindakan medis setelah Pak Ali tiba di ruang IGD," ujar Bruder Stephanus.
Ia menambahkan, dokter jaga langsung melakukan pemeriksaan rontgen pada bagian kaki Pak Ali dan memintanya untuk menginap. Hingga saat berita ini diturunkan, Pak Ali masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.