Status Awas Semeru: Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
Faktakalbar.id, NASIONAL
– Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang meningkat tajam hingga mencapai Level IV atau status Awas memaksa Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah cepat.
Pemerintah daerah resmi menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung sejak Rabu (19/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025), guna mempercepat penanganan dampak erupsi.
Hingga Minggu (23/11/2025) petang, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak erupsi yang cukup
signifikan
di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut.
Tiga desa di dua kecamatan, yakni Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro, menjadi wilayah yang paling terdampak guyuran abu vulkanik dan potensi bahaya lainnya.
Baca Juga:
Update Pascaerupsi Gunung Semeru: Pengungsi Mulai Pulang, 187 Pendaki Ranu Kumbolo Selamat
Situasi ini memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Tercatat konsentrasi pengungsi saat ini terpusat di dua titik utama, yaitu di SMP 02 Pronojiwo yang menampung 307 jiwa dan SDN 04 Supiturang dengan 221 jiwa.
Meski harus tidur di pengungsian, sebagian warga dilaporkan masih beraktivitas terbatas pada siang hari untuk membersihkan rumah atau bekerja, sebelum kembali ke posko saat malam tiba.
Dampak fisik akibat erupsi kali ini juga tidak main-main. Sebanyak 21 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Kerusakan infrastruktur juga merambat ke fasilitas umum, termasuk satu unit
fasilitas
pendidikan, satu fasilitas kesehatan, dan gardu PLN yang rusak berat.
Sektor ekonomi warga turut terpukul dengan rusaknya lahan pertanian seluas 204,63 hektare yang tertimbun material vulkanik.
Terkait korban jiwa, laporan sementara menyebutkan terdapat tiga warga yang mengalami luka berat.
Ketiga korban saat ini telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr. Haryoto Lumajang.
Merespons kondisi krisis ini, bantuan logistik dari pemerintah pusat melalui BNPB bersama Komisi VIII DPR telah disalurkan ke lokasi pada hari Minggu.
Bantuan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, meliputi matras, selimut, makanan siap saji, hingga masker medis untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu.
Manajemen logistik di pos lapangan Pronojiwo dan Candipuro juga terus diperkuat untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Selain penanganan pengungsi, pemantauan potensi bahaya susulan terus dilakukan menggunakan teknologi pesawat nirawak (
drone
).
Tim di lapangan memetakan kawasan hunian tetap Sumbermujur serta memantau jalur aliran lahar hujan di jembatan Gladak Perak guna mengantisipasi risiko bencana sekunder jika hujan deras turun di puncak Semeru.
Baca Juga:
Status Gunung Semeru Naik Jadi Awas, 300 Warga Lumajang Mengungsi
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.