faktakalbar

'Strategi Jumat' Jadi Kunci Kebangkitan Marc Marquez di MotoGP 2026

Sengaja cari batas kemampuan motor sampai terjatuh demi hindari eror saat balapan.

Marc Marquez membeberkan rahasia performa stabilnya dalam perebutan gelar juara MotoGP 2026. Sempat tertinggal 102 poin, pembalap Ducati Lenovo ini bangkit berkat pendekatan ekstrem sejak sesi latihan hari Jumat.

Penulis: Fahmi 📍 Jakarta Friday, 17 July 2026 📖 2 menit
'Strategi Jumat' Jadi Kunci Kebangkitan Marc Marquez di MotoGP 2026
Marc Marquez. (Dok. X/@marcmarquez93)

Faktakalbar.id — Marc Marquez mengungkap salah satu kunci kebangkitannya dalam persaingan ketat MotoGP 2026. Sang juara bertahan mengaku sengaja mencari batas kemampuan motor sejak sesi latihan hari Jumat agar tidak melakukan kesalahan fatal saat balapan utama berlangsung.

Persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini memang berjalan sangat sengit. Lima pembalap teratas di papan klasemen hanya dipisahkan oleh jarak 24 poin, sehingga aspek konsistensi diyakini akan menjadi faktor penentu utama di akhir musim.

Marquez terbukti menjadi salah satu pembalap dengan performa paling stabil dalam beberapa seri terakhir. Setelah menyapu bersih kemenangan di Sprint Race dan Grand Prix Jerman, pembalap Ducati Lenovo ini merangsek naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dan kini hanya terpaut 18 poin dari sang pemuncak.

Pangkas Selisih 102 Poin Pasca-Operasi Kebangkitan ini terbilang luar biasa. Pasalnya, saat kembali mengaspal usai menjalani operasi saraf kejepit di lengan kanannya selepas MotoGP Italia di Mugello, Marquez sempat tertinggal hingga 102 poin dari puncak klasemen.

Pembalap asal Spanyol ini menjelaskan bahwa perubahan pendekatan balapnya lahir dari rasa frustrasi di awal musim. Saat kondisi saraf lengannya masih bermasalah, ia sering kali terjatuh tanpa mengetahui penyebab pastinya.

“Saya mencoba melakukan kesalahan pada hari Jumat. Saya memulai hari Jumat dengan mengandalkan insting,” ujar Marquez seperti dilansir dari Crash.net. “Saya lebih memilih terjatuh saat itu untuk memahami di mana batasnya. Dengan begitu saya bisa bertahan saat balapan di beberapa sirkuit, seperti yang saya lakukan di Assen.”

Periode Paling Berat dan Menegangkan Strategi ekstrem ini terbukti membuahkan hasil manis. Dalam lima seri sejak balapan di Mugello, Marquez sukses menjadi pembalap pengumpul poin terbanyak dengan torehan 133 poin, disusul ketat oleh Ai Ogura dengan 117 poin.

Kendati demikian, Marquez tidak menampik bahwa paruh pertama MotoGP 2026 merupakan salah satu periode paling berat dalam karier balapnya. Hingga seri Jerman, ia tercatat sudah mengalami 11 kali kecelakaan, hampir menyamai total 14 crash yang dialaminya sepanjang musim 2025 lalu.

“Anda tidak bisa membayangkan betapa berat dan menegangkannya paruh pertama musim ini bagi saya. Lima balapan pertama sangat sulit karena saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya terus terjatuh tanpa tahu penyebabnya. Saraf saya sama sekali tidak memberi peringatan,” pungkasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK