Strategi KONI Kalbar Hadapi PON Beladiri Jawa Tengah 2025: Fokus pada Cabor Unggulan
faktakalbar.id, PONTIANAK -
Komite Olahraga Nasional Indonesia (
KONI
) Provinsi Kalimantan Barat mengumumkan kebijakan prioritas dalam keikutsertaan kontingen pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang akan diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, pada Oktober 2025.
Keputusan ini diambil menyusul keterbatasan anggaran yang bersumber dari dana hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk Tahun Anggaran 2025.
Baca Juga:
KONI Pontianak Salurkan Dana Pembinaan Cabor, Wujud Komitmen Pemkot Majukan Olahraga
Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua I KONI Kalbar, Mei Purwowidodo, bersama sembilan pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor) beladiri di sekretariat KONI Kalbar, Senin (4/8/2025).
Kebijakan Prioritas dan Opsi Mandiri
Mei Purwowidodo secara terbuka menyampaikan bahwa kondisi keuangan yang terbatas memaksa KONI Kalbar untuk mengambil langkah strategis.
Keberangkatan atlet ke PON Beladiri akan diprioritaskan bagi cabor yang dinilai memiliki potensi besar untuk meraih medali.
Meskipun demikian, KONI Kalbar tidak menutup pintu bagi cabor yang tidak masuk dalam skala prioritas.
Pengprov cabor yang mampu memberangkatkan atletnya secara mandiri, baik melalui dana swadaya maupun dukungan sponsor, akan tetap didukung penuh secara moril dan administratif.
Baca Juga:
Jalan Mulus Dedet Gunawan Menuju Kursi Ketum KONI Kota Pontianak, Kantongi Dukungan Ketua DPRD
Sinergi untuk Prestasi
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari cabor beladiri, yaitu:
Pencak Silat
Karate
Taekwondo
Judo
Kempo
Sambo
Wushu
Gulat
Baca Juga:
Dukungan Cabor Semakin Menguat, Dedet Optimis Tingkatkan Prestasi Atlet Kota Pontianak: Pencalonan Ketum KONI Periode 2025-2029
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk membangun kesepahaman bersama agar seluruh proses persiapan menuju PON Beladiri dapat berjalan secara efektif, terukur, dan disesuaikan dengan kapasitas anggaran yang ada.
“Dengan segala keterbatasan, kita tetap berjuang agar atlet Kalbar bisa tampil dan berprestasi. Yang terpenting adalah sinergi, semangat, dan solusi bersama,” tutup Mei Purwowidodo.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.