Penelitian Ungkap Stres Kronis di Kota Sama Seperti Melawan Singa, Picu Penurunan Kognitif
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Penelitian terbaru mengungkap bahwa stres yang kita alami saat ini sama seperti berhadapan dengan singa.
Selain itu, penelitian mengatakan, kasus Stres Kronis Gaya Hidup Modern yang dialami manusia kemungkinan disebabkan oleh ketidaksesuaian gaya hidup modern dengan faktor biologis.
Dalam penelitiannya, antropolog evolusi Colin Shaw dari Universitas Zurich, Swiss, serta Daniel Longman dari Universitas Loughborough, Inggris, mengatakan bahwa manusia sebenarnya tidak cocok hidup di kota besar dengan gaya hidup modern.
"Kita sebetulnya lebih cocok berada di alam dan bukan di kota-kota besar," tulis mereka dalam penelitian tersebut.
Faktor Stres yang Muncul Terus-Menerus
Para peneliti mengumpulkan banyak bukti yang menunjukkan bahwa evolusi biologis manusia saat ini dikalahkan oleh transformasi teknologi serta lingkungan yang begitu cepat.
Saat ini, kehidupan sehari-hari relatif dipenuhi dengan hal yang membuat kita gelisah.
Baca Juga:
Bukan Cuma Soal Cuan, Ini 5 Alasan Gen Z Memilih Kerja Sambil Kuliah
Contohnya seperti pesan-pesan yang masuk di ponsel, pembangunan rumah yang berisik, hingga tenggat waktu pekerjaan.
Semua faktor stres tersebut berpadu dan membuat tubuh menjadi waspada sepanjang waktu.
Para peneliti menjelaskan faktor terpenting yang membedakan masa lalu dengan masa sekarang adalah sumber stres itu.
Masa Leluhur: Mereka beradaptasi dalam menghadapi stres akut karena menghindari dan menghadapi predator ("Melawan atau lari"). "Singa akan datang sesekali, dan Anda harus siap membela diri atau lari," kata Shaw. Predator bisa pergi dan tidak mengancam lagi.
Masa Sekarang: Sumber stres berlangsung secara terus-menerus.
Stres yang berlangsung terus-menerus ini dapat menyebabkan berbagai kerusakan, seperti penurunan kognitif, penyakit autoimun, dan menurunnya angka kesuburan.
Semua hal tersebut dikaitkan dengan Stres Kronis Gaya Hidup Modern, terutama lingkungan perkotaan yang sibuk.
Baca Juga:
Tips Menjaga Kesehatan Mental Gen Z: Psikolog Ungkap Manfaat Journaling untuk Self-Awareness
Respons Tubuh: Sistem Saraf Bereaksi Kuat
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal
Biological Reviews
tahun 2025 ini mencakup pembahasan yang luas, termasuk hubungan polusi udara dengan kerusakan otak, serta hubungan lingkungan industri dengan sistem kekebalan tubuh.
Faktor pemicu stres lainnya adalah cahaya buatan hingga paparan mikroplastik, diperburuk oleh gaya hidup yang kurang gerak.
Shaw menjelaskan, respons tubuh terhadap stres modern sama kuatnya dengan menghadapi bahaya fisik:
"Entah perdebatan dengan pasangan atau atasan, atau kebisingan lalu lintas, sistem respons stres Anda tetap sama seperti jika Anda berhadapan dengan satu per satu singa. Akibatnya, Anda mengalami respons yang sangat kuat dari sistem saraf, namun tidak ada efek sampingnya," kata Shaw.
Para peneliti menyimpulkan, "Kita telah mencapai banyak kemajuan transformatif dalam bidang kesehatan, teknologi, dan pemahaman tentang dunia. Namun sebagai spesies, kita juga lebih cemas dan depresi daripada nenek moyang kita,".
Solusi: Memperkuat Kesehatan Mental dan Lingkungan Kota
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam, atau bahkan sekadar melihat foto-foto alam, dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Secara evolusi, berada di alam terbuka masih menjadi hal yang diinginkan manusia.
Baca Juga:
Dari Kebutuhan Hingga Gaya Hidup, Intip Alasan Kopi Begitu Melekat pada Gen Z
Shaw dan Longman ingin melihat lebih banyak upaya yang dilakukan untuk melestarikan ruang hijau di lingkungan perkotaan, melindungi lanskap alam yang tersisa, dan menyediakan ruang di mana orang-orang dapat benar-benar beristirahat.
"Kita perlu menata kota kita dengan benar, dan pada saat yang sama meregenerasi, menghargai, dan menghabiskan lebih banyak waktu di ruang alami," pungkas Shaw.
(*Drw)
Tag:
#Stres Kronis Gaya Hidup Modern
#Kesehatan Mental dan Lingkungan Kota
#Stres Perkotaan
#Antropologi Evolusi
#Ruang Hijau
#Singa
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.