faktakalbar

Laporan BSI: Pekerja Gen Z di Ambang "Kiamat Kerja", Prioritas Perusahaan Beralih ke Adopsi Teknologi AI

Penulis: Dimas Friday, 24 October 2025 📖 2 menit
Laporan BSI: Pekerja Gen Z di Ambang "Kiamat Kerja", Prioritas Perusahaan Beralih ke Adopsi Teknologi AI
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Sebuah studi terbaru dari British Standards Institution (BSI) mengungkap tantangan serius yang dihadapi oleh kelompok usia muda, Gen Z, di pasar tenaga kerja. Kelompok ini, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, tengah berada di ambang 'kiamat kerja' imbas ledakan Adopsi Teknologi AI di berbagai perusahaan. Laporan BSI memaparkan bahwa pimpinan perusahaan kini memprioritaskan otomatisasi melalui AI untuk mengisi kebutuhan. Pilihan ini dipilih daripada melatih anggota staf junior. Opsi AI ini juga dipilih karena memungkinkan perusahaan mengurangi jumlah karyawan secara signifikan. Otomatisasi Mengancam Posisi Entry-Level Survei BSI melibatkan lebih dari 850 pemimpin bisnis di tujuh negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan China. Hasil survei menunjukkan angka yang mengkhawatirkan: Pengurangan Karyawan: Empat dari 10 bos perusahaan (sekitar 41 persen) mengatakan bahwa AI memungkinkan mereka untuk mengurangi jumlah karyawan. Prioritas AI: Hampir sepertiga (31 persen) responden mengatakan organisasi mereka mempertimbangkan solusi AI sebelum mempertimbangkan untuk mempekerjakan seseorang. Tugas Pemula: Seperempat pemimpin perusahaan yakin semua atau sebagian besar tugas yang dilakukan oleh rekan kerja tingkat pemula dapat dilakukan oleh AI. Lebih lanjut, dua per lima (39 persen) pemimpin perusahaan mengatakan posisi entry-level telah dikurangi atau dihapus. Pengurangan ini terjadi sebagai dampak dari efisiensi yang dihasilkan dari implementasi alat AI untuk melakukan penelitian atau melaksanakan tugas administratif. Kondisi ini menempatkan pekerja Gen Z Kiamat Kerja di tengah pasar tenaga kerja yang sedang lesu. Baca Juga: Saat Dunia Tidur, Gen Z Berkarya: 5 Alasan Mereka Jagoan Tengah Malam Peringatan dari CEO BSI: Manusia Pendorong Kemajuan Meskipun lebih dari setengah responden (53 persen) yakin manfaat implementasi AI akan melebihi gangguan yang ditimbulkan pada tenaga kerja, CEO BSI, Susan Taylor Martin, mengingatkan perlunya perspektif jangka panjang. "AI mewakili peluang besar bagi bisnis secara global, tetapi saat mereka mengejar produktivitas dan efisiensi yang lebih tinggi, kita tidak boleh melupakan bahwa pada akhirnya, manusia lah yang mendorong kemajuan," ujar Susan Taylor Martin. Ia menekankan bahwa ketegangan antara potensi AI dan perkembangan tenaga kerja adalah tantangan utama saat ini. "Diperlukan pemikiran jangka panjang dan investasi dalam tenaga kerja, bersamaan dengan investasi dalam alat AI, untuk memastikan pekerjaan yang berkelanjutan dan produktif," tambahnya. Analisis BSI terhadap laporan tahunan perusahaan menunjukkan bahwa kata "otomatisasi" muncul hampir tujuh kali lebih sering daripada "peningkatan keterampilan" atau "pelatihan ulang". Fakta ini menyoroti fokus bisnis saat ini. Bisnis-bisnis ini mengatakan mereka berinvestasi dalam Adopsi Teknologi AI terutama untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mengurangi biaya. Baca Juga: Mengapa Gaji Besar Bukan Lagi Raja? Membedah 4 Alasan Gen Z Lebih Pilih Kerja Sesuai Hati Meski demikian, sebagian besar ekonom di Inggris, tempat pasar tenaga kerja melambat dalam beberapa bulan terakhir, tidak yakin bahwa masalah pengangguran tersebut berkaitan langsung dengan percepatan investasi dalam AI. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK