faktakalbar

Studi: Pengguna Vape Berisiko 7 Persen Lebih Tinggi Terkena Pradiabetes

Penulis: Dimas Sunday, 21 September 2025 📖 2 menit
Studi: Pengguna Vape Berisiko 7 Persen Lebih Tinggi Terkena Pradiabetes
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pengguna rokok elektrik atau vape memiliki risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa pengguna vape berisiko 7 persen lebih tinggi mengalami pradiabetes. Kondisi pradiabetes ini membuat kadar gula darah lebih tinggi dari normal, dan dapat memicu diabetes tipe 2. Penelitian ini dipublikasikan dalam The American Journal of Preventive Medicine Focus (AJPM Focus) . Risikonya bahkan meningkat drastis jika seseorang mengombinasikan rokok elektrik dengan rokok konvensional. Baca Juga: Hindari Nyeri Pinggang: Ini Posisi Tidur dan Jenis Kasur yang Tepat Fenomena penggunaan rokok elektrik sendiri sedang marak, terutama di kalangan remaja. Ketua tim peneliti, Sulakshan Neupane dari University of Georgia, AS, menekankan pentingnya studi ini. "Mengingat penggunaan rokok elektrik yang meningkat pesat, sangat penting untuk memahami dampak luasnya bagi kesehatan," ujar Neupane. "Ini bukan lagi hanya soal paru-paru, melainkan juga tentang kesehatan seluruh tubuh dan metabolisme," tambahnya. Hubungan Antara Vape dan Diabetes Studi ini menganalisis data kesehatan besar di Amerika Serikat. Tujuannya untuk mengidentifikasi hubungan antara merokok, penggunaan rokok elektrik, dan risiko pradiabetes serta diabetes. Temuan menunjukkan korelasi yang jelas. Pengguna rokok elektrik memiliki risiko 7 persen lebih tinggi terkena pradiabetes. Perokok konvensional memiliki risiko pradiabetes hingga 15 persen. Risiko melonjak menjadi 28 persen bagi mereka yang menggunakan rokok elektrik dan rokok konvensional sekaligus. Untuk risiko diabetes, pengguna ganda (rokok dan rokok elektrik) menghadapi risiko 9 persen lebih tinggi. Baca Juga: Kenapa Malam Minggu Tubuh Terasa Lelah? Mitos atau Fakta? Sementara itu, perokok konvensional memiliki risiko 7 persen lebih tinggi. Namun, studi ini tidak menemukan hubungan signifikan antara vaping saja dan risiko diabetes. Neupane menyoroti bahaya tersembunyi ini. “Di era ketika rokok elektrik dipasarkan sebagai alternatif yang ‘lebih aman’ daripada merokok, hal ini menunjukkan bahwa rokok elektrik mungkin membawa bahaya tersembunyi,” katanya. Rokok elektrik bisa secara diam-diam berkontribusi pada masalah kesehatan jangka panjang seperti pradiabetes dan diabetes. Faktor Peningkatan Risiko dan Keterbatasan Studi Studi ini juga menyoroti beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko pradiabetes dan diabetes. Misalnya, kelebihan berat badan atau obesitas, dan latar belakang berpenghasilan rendah. Identifikasi sebagai Hispanik, Kulit Hitam, atau Asia juga dikaitkan dengan kemungkinan diagnosis yang lebih tinggi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya. Organisasi kesehatan dan ilmuwan telah lama khawatir tentang risiko kesehatan dari vaping . Beberapa pemerintah di Eropa, seperti Spanyol, bahkan telah mengadopsi langkah-langkah pembatasan. Baca Juga: Bukan Malas, Ini 5 Tanda Tubuhmu Sudah Kelelahan yang Sering Diabaikan Mereka melarang orang merokok dan vaping di teras restoran. Studi ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dicatat. Studi ini tidak dapat menetapkan hubungan sebab-akibat langsung antara penggunaan rokok elektrik dan pradiabetes. Selain itu, studi ini mengandalkan data yang dilaporkan sendiri. Faktor seperti predisposisi genetik atau riwayat diabetes keluarga tidak diperhitungkan. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK