faktakalbar

Sukses Tekan Karhutla, Indonesia Kini Hadapi Ancaman Bencana La Nina

Penulis: Redaksi Tuesday, 14 October 2025 📖 1 menit
Sukses Tekan Karhutla, Indonesia Kini Hadapi Ancaman Bencana La Nina
Faktakalbar.id, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menyatakan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk tahun 2025 telah selesai. Seiring dengan berakhirnya ancaman tersebut, fokus mitigasi kini dialihkan pada potensi bencana hidrometeorologi basah akibat datangnya musim penghujan, Senin (13/10/2025). Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni , usai memimpin Rapat Ekspose Pengendalian Karhutla 2025 di Gedung Manggala Wanabakti , Jakarta. Baca Juga:   Angin Kencang dan Banjir Landa Sejumlah Wilayah, BNPB Rilis Update Penanganan Bencana Terkini Pengakhiran status ancaman karhutla didasarkan pada evaluasi dari BNPB , BMKG , dan Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan yang menunjukkan penurunan signifikan angka kebakaran. "Angka karhutla pada tahun 2025 ini menurun dibandingkan dengan karhutla tahun 2024. Tahun 2024 lalu, jumlah karhutla mencapai 376.805 hektar, sedangkan pada tahun 2025 ini 213.984 hektar," jelas Raja Juli. Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antarlembaga serta kepemimpinan Presiden. "Penurunan angka kejadian karhutla ini juga berkat kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang sangat peduli terkait risiko karhutla, bahayanya untuk kesehatan masyarakat, dampak kepada perekonomian rakyat, hingga risiko asap lintas batas," tambahnya. Kepala BNPB, Suharyanto, mengonfirmasi bahwa Desk Karhutla 2025 di bawah Kemenko Polhukam telah dibubarkan dua minggu lalu. Baca Juga:   Menteri Raja Juli Akui Penyelesaian Konflik Agraria di Cilacap Terhambat Perhutani Ia juga memaparkan efisiensi sumber daya dalam penanganan tahun ini. "Tahun ini kami hanya mengerahkan 12 heli patroli dan 18 heli water bombing dibandingkan dari tahun 2023-2024 yang jumlahnya mencapai 40 unit," kata Suharyanto. Keberhasilan ini juga menekan kerugian negara dari Rp75 triliun pada 2019 menjadi Rp6,7 triliun pada 2025. Memasuki akhir tahun, pemerintah kini mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. BMKG memprediksi Indonesia memasuki musim penghujan yang dipengaruhi fenomena La Nina lemah, sehingga curah hujan akan meningkat. Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan berkoordinasi memeriksa bendung-bendung alam di hulu sungai untuk mencegah banjir bandang. Dalam pertemuan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BNPB dan Kementerian Kehutanan untuk memperkuat sinergi program dan kegiatan penanggulangan bencana di masa mendatang. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK