Surya Majapahit Jadi Simbol Ketangguhan di Puncak Peringatan Bulan PRB 2025
Faktakalbar.id, MOJOKERTO –
Puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (
PRB
) 2025 di "Bumi Majapahit" bukan kebetulan.
Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dipilih sebagai tuan rumah dengan makna mendalam, seperti yang diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.
Baca Juga:
Menggali Ketangguhan di Bumi Majapahit: Puncak Peringatan Bulan PRB 2025
Emil menyoroti "Surya Majapahit" sebagai simbol kejayaan masa lalu yang kini menjadi inspirasi untuk ketangguhan masa kini.
"Nilai-nilai ini yang akan kita lestarikan, sebagai tempat semangat dan ketangguhan Majapahit. Semoga menjadi simbol ketangguhan bencana di seluruh tanah air," ucap Emil.
Ia menjelaskan, delapan sinar pada Surya Majapahit dimaknai sebagai arah ketangguhan, kesiapan, kepedulian, gotong royong, pengetahuan, inovasi, kearifan lokal, keberanian, dan harapan.
Nilai-nilai ini diharapkan dapat menuntun bangsa agar tetap kokoh di tengah ancaman bencana.
Selain seremoni dan edukasi, momen ini juga dipenuhi empati. Dalam suasana hening, Emil dan Menko PMK Pratikno mengajak hadirin untuk berdoa bersama bagi korban bencana di Jawa Timur, termasuk gempa di Banyuwangi dan Sumenep, serta musibah di pondok pesantren Al Khoziny.
"Suasana yang prihatin ini, mari kita doakan semua petugas semoga diberikan keselamatan. Kepada keluarga korban yang terdampak diberikan kekuatan dan yang kepada yang berpulang khusnul khotimah," kata Emil.
Peringatan Bulan PRB ini ditutup dengan penyerahan bendera pataka dari Jawa Timur ke Provinsi Banten, menandai semangat yang terus berpindah dan berlanjut.
Baca Juga:
Perkuat Respons Darurat, BNPB Bekali TRC Agar Siap Dikerahkan dalam 2×24 Jam
Mojokerto hari ini mengajarkan bahwa di balik setiap peringatan, ada makna kemanusiaan yang tak boleh lepas.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.