faktakalbar

Sutarmidji: PAD Meningkat Bukan Tidak Mampu Belanja tapi Over Target

Penulis: Redaksi Wednesday, 30 October 2024 📖 1 menit
Sutarmidji: PAD Meningkat Bukan Tidak Mampu Belanja tapi Over Target
PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat Nomor Urut 1, Sutarmidji menyatakan bahwa kepiawaian kepala daerah meningkatkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi modal penting dalam mencapai keberhasilan pembangunan di masa mendatang. Sutarmidji mengungkapkan bahwa PAD yang meningkat bukan dikarenakan suatu daerah tidak mampu melakukan belanja, melainkan karena pendapatan yang ada tidak bisa dimaksimalkan sehingga terjadi over target, kemudian terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). “Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat bukan karena kita tidak mampu belanja, tapi karena kita tidak mampu memaksimalkan pendapatan sehingga over target. Nah, itu yang harus dilakukan. Ini tidak akan bisa diperoleh, tidak akan bisa didapat, kalau kita tidak tau tentang data,” ungkapnya dalam closing statement di debat publik pertama, Rabu (23/10/2024). Maka dari itu, ia menegaskan bahwa seorang gubernur atau kepala daerah perlu benar-benar memahami data dan aturan yang ada. Kemudian, ia akan bisa mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik. “Karena saya pernah mengajar hukum otonomi daerah, mengajar hukum kepegawaian. Saya mengajar hukum teknik pembuatan undang-undang sehingga apapun yang dilakukan semua sesuai aturan. Sehingga Kalbar bebas dari hal-hal yang terkait masalah hukum,” tuturnya. Sutarmidji menyampaikan hal tersebut dikarenakan Calon Gubernur Kalimantan Barat Nomor Urut 3, Muda Mahendrawan menyampaikan bahwa PAD yang meningkat tak diiringi dengan serapan anggaran yang baik sehingga terjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada debat publik pertama lalu. (mro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK