faktakalbar

Suyanto Tanjung Kenang Masa Kecil Saat Imlek: Nantikan Baju Baru karena Keterbatasan Ekonomi

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 February 2026 📖 1 menit
Suyanto Tanjung Kenang Masa Kecil Saat Imlek: Nantikan Baju Baru karena Keterbatasan Ekonomi
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Di balik pelantikannya sebagai Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia periode 2025-2030, Suyanto Tanjung membagikan kenangan masa kecilnya yang sederhana namun membekas terkait perayaan Imlek . Hal ini diungkapkannya usai acara pengukuhan di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (10/2/2026). Bagi Suyanto, momen Tahun Baru Imlek di masa lalu selalu identik dengan penantian akan pakaian baru. Tradisi ini menjadi sangat istimewa baginya bukan karena kemewahan, melainkan karena kondisi ekonomi keluarga saat itu yang terbatas. Baca Juga:  Suyanto Tanjung Pimpin MABT Indonesia, Targetkan Ekspansi Organisasi ke Jawa dan Sumatera "Kalau saya sih, setiap Imlek yang saya kenang, salah satunya harus pakai baju baru," ujar Suyanto Tanjung mengenang masa lalunya. Ia menceritakan bahwa orang tuanya dahulu mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak bisa membelikan pakaian setiap saat. Oleh karena itu, momen pergantian tahun menjadi satu-satunya kesempatan yang paling ditunggu untuk mendapatkan barang tersebut. "Karena orang tua saya dulu sulit membelikan baju buat saya. Nah, ketika ada baju baru di sana, saya sangat merasa sangat gembira. Itu yang membuat saya menantikan-nantikan Imlek pakai baju baru," tuturnya. Terlepas dari kenangan masa sulit tersebut, Suyanto menaruh harapan besar pada perayaan Imlek tahun ini. Ia mendoakan agar tahun ini membawa kebaikan yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya bagi seluruh masyarakat. "Harapan saya Imlek tahun ini lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya. Kemudian seluruh warga Tionghoa mendapatkan manfaatnya, mendapatkan kesehatan yang luar biasa, kesuksesan yang luar biasa, dan tentunya kebahagiaan yang tiada tara," pungkas Suyanto. Baca Juga:  Ria Norsan: MABT Bukan Sekadar Pelestari Budaya, Tapi Modal Stabilitas Daerah (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK